
Bitung, BeritaManado.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Bitung masih mencari tahu sumber tumpahan Crude Palm Oil (CPO).
Tumpahan CPO itu terlihat jelas di wilayah pantai Kelurahan Madidir Unet Kecamatan Madidir dan Kelurahan Bitung Timur Kecamatan Maesa.
Kepala DLH Pemkot Bitung, Merianti Dumbela menyatakan, pihaknya langsung melakukan pengecekan di lokasi begitu mendapat informasi soal tumpahan CPO.
“Kami sudah memerintahkan tim untuk mendatangi lokasi kejadian dan tim juga sudah mendatangi sejumlah perusahaan yang berdekatan dengan lokasi terjadinya pencemaran,” kata Merianti, Kamis (21/4/2022).
Merianti juga mengaku, tim yang turun ke lokasi sudah mengecek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di dua perusahaan yang berdekatan dengan lokasi tumpahan CPO, yakni PT Multi Nabati Sulawesi (MNS) dan PT Agro Makmur Raya.
Hasilnya kata dia, IPAL di dua perusahaan itu tidak ditemukan dugaan pencemaran sehingga pihaknya mengalihkan pemeriksaan ke kapal-kapal pengangkut CPO.
“Kami sudah berkoordinasi dengan KSOP meminta data kapal pengangkut CPO yang sebelumnya masuk ke Kota Bitung dan melakukan pembersihan,” katanya.
Selain itu, mantan kepala bidang di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemkot Bitung ini juga mengaku sudah mendapat informasi kemungkinan tumpahan CPO itu dari mana.
Menurutnya, kuat dugaan tumpahan CPO itu berasal dari kapal pengangkut CPO yang melakukan pembersihan setelah mengosongkan angkutan ke salah satu perusahaan.
“Tapi, tetap tindakan itu melanggar aturan karena harus melewati proses pengolahan sebelum dibuang serta harus seijin KSOP jika melakukan pembersihan sisa CPO,” katanya.
(abinenobm)
