
Manado – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Sulawesi Utara (Sulut) beralamat di Jalan TNI Nomor 100, Kelurahan Tikala Ares, Kecamatan Tikala, Kota Manado.
Dijelaskan Kepala Disperpusip Sulut, Jani Lukas, tugas Disperpusip atau Dispersip adalah sebagai pelaksana urusan pemerintahan bidang perpustakaan dan kearsipan yang menjadi kewenangan daerah kerjanya.

Adapun fungsinya yaitu (1) merumuskan kebijakan di bidang perpustakaan, kearsipan, pengembangan dan pembinaan, (2) pelaksana kebijakan bidang perpustakaan dan kearsipan, (3) pengembang dan pembina mengenai perpustakaan dan kearsipan pada wilayah kerjanya, (4) sosialisasi pengenai perpustakaan dan kearsipan dalam rangka peningkatan minat baca masyarakat, (5) merumusan inovasi terkait dengan perpustakaan dan kearsipan dalam rangka peningkatan pelayanan publik, hingga (6) melakukan evaluasi dan pelaporan mengenai bidang perpustaan dan kearsipan.
“Melalui kantor Disperpusip ini juga berbagai program perpustakaan digital dikerjakan. Segera kunjungi kantor Disperpusip terdekat ini untuk informasi lainnya. Anda juga dapat mengakses website Disperpusip untuk informasi dan berita terkait perpustakaan dan kearsipan,” ajak Jani Lukas.
Disperpusip Sulut, Lanjut Jani Lukas, beberapa kali menggelar kegiatan dukungan duta baca daerah dalam bentuk sosialisasi kegiatan kegemaran membaca melalui duta baca daerah.

“Terutama untuk menumbuhkan minat baca anak-anak diperlukan dukungan keluarga. Artinya, minat baca muncul dari kalangan terdekat yakni keluarga,” ujar Kadis Disperpusip Sulut, Jani Lukas, kepada BeritaManado.com, Minggu (22/9/2019).
Lanjut pejabat merakyat ini, minat baca masyarakat Indonesia masih rendah perlu ditingkatkan sehingga pemerintah melalui Disperpusip terus melakukan sosialisasi minat baca.
“Sosialisasi dalam berbagai bentuk kegiatan seperti perpustakaan keliling, diskusi hingga pembentukan relawan pustakawan,” tandas dia.

Faradila Bachmid, duta baca Sulut, menyatakan sangat berterima kasih atas kegiatan yang sangat positif merupakan dukungan yang luar biasa dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulut untuk peningkatan minat baca.
“Selaku duta baca Sulut, telah banyak kegiatan yang saya dan tim relawan lakukan, kami membuka taman baca masyarakat Tut Wuri Handayani di Kepulauan Gangga, Kabupaten Minahasa Utara. Di Manado saya dan tim telah membuka Kampung Literasi (Lokasi di Kampung Merdeka Dendengan Dalam Ling III) dan Taman Baca Masyarakat Sam Ratulangi,” tutur Faradila.
Di sini lain, Jani Lukas yang juga mantan Kadispora Sulut ini, mengungkapkan kondisi dinas perpustakaan dan kearsipan Sulut ketika pertama kali dia bertugas awal 2018 lalu memiliki banyak kekurangan.

Kekurangan pertama, sarana dan prasarana gedung dan kantor dinas perpustakaan dan kearsipan sudah ketinggalan hampir di semua aspek. Bahkan pengelolaan kearsipan hanya dilakukan di kantor SKPD masing-masing.
“Beruntung untuk bangunan dan fasilitas perpustakaan sementara renovasi. Sementara untuk kearsipan sudah berpuluh-puluh tahun tanpa pengelolaan. Rencana tahun depan ada renovasi fasilitas kearsipan. Opsi lain gedung arsip baru dibangun di tempat lain,” tukas Jani Lukas.
Kekurangan kedua, menurut Jani Lukas, adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yakni pustakawan dan arsiparis.

“Dari segi jumlah dan kualitas pustakawan dan arsiparis masih ketinggalan. SDM jadi salah-satu prioritas sehingga diharapkan akhir tahun ini atau mulai tahun depan ada penambahan secara kuantitas dan peningkatan kualitas,” jelas Jani Lukas.
Kekurangan ketiga, lanjut Jani Lukas, adalah koleksi buku perlu ditambah dan fasilitas meubeller harus penyesuaian dengan kondisi terkini.
“Artinya, bicara perpustakaan dan kearsipan butuh fasilitas penunjang yakni meubeller. Perpustakaan harus memiliki koleksi buku banyak. Semuanya sementara dilengkapi dan diusahakan oleh bapak gubernur dan wakil gubernur menjadikan perpustakaan dan kearsipan Sulut semakin maju dan hebat,” pungkas Jani Lukas.
(AdvertorialPemprovSulut/JerryPalohoon)
