Kota Manado

Dipercaya Jadi Percontohan, RS Kandou Manado Terapkan Manajemen Risiko Fasyankes

Dipercaya Jadi Percontohan, RS Kandou Manado Terapkan Manajemen Risiko Fasyankes
uji coba pedoman manajemen risiko Fasyankes oleh Tim Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Kemenkes di ruang Webinar Kantor Pusat RSUP Kandou Manado, Selasa (8/10/2024).

Manado, BeritaManado.com — RSUP Prof Dr R D Kandou Manado dipilih sebagai lokasi uji coba pedoman manajemen risiko Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) oleh Tim Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Acara ini berlangsung di ruang Webinar Kantor Pusat RSUP Kandou Manado dan dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tenaga medis, Selasa (8/10/2024).

Tim Direktorat Mutu Yankes dipimpin oleh dr Irna Lidiawati MARS, didampingi oleh dr Arjaty Daud MARS FISQua CERG QRG, serta dr Renta Novianti Tappang dan Sholihatun Nisa AmdAk.

Kunjungan ini disambut hangat oleh Direktur Utama RS Kandou diwakili Komite Mutu, Dr dr Erwin Kristanto SH SpF(K) CHRA FISQua, beserta Ketua Sub Komite Manajemen Risiko, dr Ronaldy E.C. Tumbel, SpTHT-KL (K) CHRAFISQua, Ketua Sub Komite Keselamatan Pasien, dr Arthur Mawuntu SpN (K), dan para Pejabat terkait lainnya.

Tujuan dari uji coba ini adalah untuk meminimalkan risiko yang dihadapi pasien, pengunjung, dan staf rumah sakit, termasuk kecelakaan, kesalahan, serta kejadian negatif lainnya.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi risiko kematian dan cedera yang mungkin terjadi akibat layanan yang diberikan, serta mendukung pengelolaan mutu dan keselamatan pasien.

Manajemen risiko yang diterapkan di RS Kandou mencakup pelacakan sumber-sumber yang berpotensi mengancam tercapainya tujuan organisasi.

Proses ini dilakukan melalui penelitian dan analisis prosedural dari setiap aktivitas yang berlangsung di rumah sakit.

Dalam sambutannya, Ketua Komite Mutu RS Kandou menjelaskan bahwa Kemenkes memiliki harapan besar agar kegiatan ini dapat diterapkan di berbagai Fasyankes di seluruh Indonesia.

Untuk maksud itu, RSUP Kandou dipilih sebagai percontohan, sekaligus agar bisa memberikan masukan bagi rumah sakit vertikal serta rumah sakit umum tingkat daerah, seperti RSUD ODSK Manado.

“Hasil yang diperoleh dari uji coba ini akan menjadi referensi penting bagi seluruh rumah sakit dalam menerapkan manajemen risiko yang akan ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan,” ungkap Erwin Kristanto.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, tim dokter dari RSUD ODSK Manado, termasuk dr Deisy Keintjem dan dr Roy W Moningka, yang juga berperan aktif dalam proses uji coba ini.

Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat membawa manfaat dan peningkatan dalam kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

(***/jenlywenur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara