Politik dan Pemerintahan

Dinasti Keluarga Paruntu di Politik Makin Kuat

MANADO – Tak bisa dibantah saat ini ‘dinasti’ Keluarga Paruntu lagi meretas masa keemasan di pentas politik Sulut. Begitu, Tetty Paruntu memenangkan Pemilukada Minsel, trah keluarga politik ini terus menguat.

Hanya kata Dra Olga Lumintang, Pengamat Politik Sulut, jabatan, dan kekuasaan yang diperoleh Keluarga Paruntu-Tumbuan ini, didapat secara elegan. ”Jadi saya pikir wajar-wajar saja, di Amerika saja papa dan anak bergantian jadi presiden, yang penting kualitas, dan memang dibutuhkan rakyat, ”ujarnya.

Seperti diketahui, saat ini Ny JJ Paruntu-Tumbuan, merupakan Wakil Ketua DPRD Minsel, kemudian Prof Dr Jopie Paruntu, merupakan Ketua Komisi V DPRD Sulut, dan dengan perkawinan James Kojongian yang merupakan anggota DPRD Minahasa, dari Golkar dengan Mikha Paruntu, tentu makin memperkuat keluarga Paruntu dalam pentas politik di Sulut.

Sebelumnya masyarakat Sulut sudah mengenal keluarga politik sering diistilahkan ‘dinasty politik’ dari Keluarga Sondakh, sewaktu AJ Sondakh menjabat Gubernur Sulut, Keluarga Freddy Sualang, dan beberapa keluarga yang hampir semua anggota keluarganya eksis di politik.

”Nah, kalau liat-liat sekarang, lagi masanya Keluarga Paruntu, ”ujar Jerry Erungan, mahasiswa salah-satu perguruan tinggi di Manado. (abm)

9 tanggapan untuk “Dinasti Keluarga Paruntu di Politik Makin Kuat”

  1. dari puluhan presiden Amerika cuma 1 persen kurang stow yang papa anak…mar ini ibu olga seakan2 kaseh pernyataan pada umumnya presiden2 di Amerika………..nintau sejarah stow…

  2. Jangan samakan dengan di amrik sana, sistem nya tidak seperti di indonesia, kayaknya harus tunggu 4 kali kiamat baru bisa sama dengan sistem di amrik sana, klo di indonesia……….ya…..#$%@&*!*&$#)*^#!+)(&#@ cape dech…..

  3. Dalam systim apa saja, ada dikenal dengan “EVALUASI” yang mana salah satu ouputnya, yaitu: “KINERJA”. Mari kita sama2 menunggu hasil kerja “Bupati Tetty Paruntu” yang kemudian kita ukur “KINERJA” seperti apa : “GOOD or BAD”.

  4. mo lia tetty pe kerja di minsel,klo warga minsel cm kenal tetty secara luar,mar klo warga jakarta so tau tetty luar dalam,cm ja bagossip di cafe2 jkt..coba ngoni cek dgn warga jkt,tanya tetty pe back ground.. mo flau ngoni,.

  5. Jangan samakan dengan Amerika, Dra Olga… Indonesia masih jauh skali woy… KKN di Indonesia sudah menggurita, perlu satu generasi ato lebe buat mengubahnya… Di Amrik KKN dari dulu kurang… orang2 pejabat yang naik ke atas di Amrik memakai kemampuan mereka dan benar2 profesional, bukan kayak di kita: anak jadi pejabat, pas Papa/Mama jadi pejabat; kalo ada doi, pasti bisa jadi, nyandak da doi, pasti nyandak jadi; budaya suka – tidak suka itu kuat; budaya setor ke atasan itu banyak; dan masih banyak lagi… Jangan berkomentar soal Amrik kalo blum pernah skalipun ke sana, malu-maluin aja yah ;-)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara