Berita Utama

Di Tengah Pemotongan Anggaran Rp184 Miliar, Joune Ganda Tetap “Jorjoran” Biayai Kesehatan Gratis Warganya

Di Tengah Pemotongan Anggaran Rp184 Miliar, Joune Ganda Tetap “Jorjoran” Biayai Kesehatan Gratis Warganya
Penandatanganan kerja sama Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional dalam rangka Universal Health Coverage bersama BPJS Kesehatan, Rabu (17/12/2026).

Minut, BeritaManado.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara kembali menegaskan komitmennya dalam menjamin akses kesehatan bagi seluruh masyarakat .

Itu dibuktikan lewat penandatanganan kerja sama Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam rangka Universal Health Coverage (UHC) bersama BPJS Kesehatan, Rabu (17/12/2026).

Acara penandatanganan kerja sama ini menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di sektor kesehatan, meski daerah tengah menghadapi keterbatasan fiskal akibat pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) yang nilainya mencapai lebih dari Rp180 miliar.

Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, dalam sambutannya menegaskan pelayanan kesehatan tidak pernah dipandang sebagai beban anggaran oleh pemerintah daerah.

Sebaliknya, kesehatan justru dilihat sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan masyarakat.

“Kami tidak melihat pelayanan kesehatan sebagai sebuah beban. Justru ini adalah investasi masa depan untuk menjaga masyarakat tetap sehat,” tegas Joune.

Ia menjelaskan, kebijakan ini sejalan dengan Instruksi Presiden tentang optimalisasi pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional, di mana seluruh masyarakat terdampak tetap mendapatkan pelayanan kesehatan melalui skema BPJS Kesehatan non cut off.

Lebih lanjut, Bupati Joune memastikan Minahasa Utara akan terus melanjutkan program UHC Prioritas, yakni jaminan kesehatan nasional yang mencakup seluruh penduduk dengan kepesertaan aktif.

Menurutnya, status “aktif” sangat penting agar masyarakat benar-benar dapat menikmati layanan kesehatan.

Untuk itu, diperlukan kolaborasi lintas perangkat daerah agar tidak ada warga yang terlewat.

Capaian Minahasa Utara pun patut diapresiasi.

Pada tahun 2025, kepesertaan JKN telah mencapai lebih dari 100 persen, melampaui target nasional.

Di tengah tekanan anggaran, Pemkab Minahasa Utara justru meningkatkan alokasi pembiayaan bagi kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang seluruhnya ditanggung oleh pemerintah daerah.

Tercatat, pada tahun 2025 terdapat 65.940 jiwa peserta PBPU yang dibiayai APBD.

Jumlah ini direncanakan kembali meningkat pada tahun 2026.

“Bisa dibayangkan, di tengah pemotongan anggaran, kami justru menambah jumlah masyarakat yang dicover. Ini adalah bentuk kehadiran nyata pemerintah,” ujar Joune.

Untuk 2026, pemerintah daerah telah menyiapkan komitmen anggaran sekitar Rp30 miliar khusus untuk menjamin keberlanjutan program JKN bagi masyarakat.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Manado, drg. Betsy Roeroe, memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemkab Minahasa Utara.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara