
Tangerang, BeritaManado.com — Tanaman hias jenis Aglonema ternyata bisa juga jadi sasaran tindak pidana pencurian.
Seperti yang terjadi di Kota Tangerang, Sabtu (11/6/2022) akhir pekan lalu, dimana ada seorang laki-laki memasuki rumah warga yang memiliki tanaman Aglonema.
Sialnya, aksi pelaku itu ternyata terekam dengan jelas di kamera pengawas CCTV.
Dari gambar tangkapan layar yang diperoleh, tambak jelas, bahwa pelaku yang menggunakan masker sedang menjalankan aksinya.
Adapun aksi pelaku itu dilakukan sekitar pukul CCTV pada Sabtu (11/6/2022) sekitar pukul 02.30 WIB di rumah dan berhasil membawa Aglonema sebanyak 100 pot.
Rekaman CCTV tersebut akhirnya viral di kalangan penggiat Aglonema dan langsung menjadi perhatian serius, tak terkecuali dari organisasi resmi yang menaungi kolektor, penjual, petani hingga pemula tanaman Aglonema tersebut.
Organisasi yang dimaksud adalah Asosiasi Aglonema Nusantara (ASA).
Terkait kejadian tersebut, Ketua DPC Asosiasi Aglaonema Nusantara (ASA) Tangerang Raya Eko Setyoadi membenarkan tindakan pencurian Aglonema tersebut.
“Benar peristiwa ini terjadi pada salah satu anggota kami, kerugian yang dialami korban ditaksir ada pada kisaran Rp 83 juta dari sekitar 100 pot yang dibawa kabur pelaku,” kata Eko Setyoadi.
Eko memberikan sedikit penjelasan, bahwa pelaku saat menjalankan aksinya menunggu hingga penjaga tanaman hias tersebut lengah.
Selain itu, ditambahkan Eko, bahwa sebagaimana yang dipantau dari video rekaman CCTV seperti ada dua orang pelaku, yang satu menjalankan aksi dan satunya lagi berjaga-jaga di luar rumah korban.
“Adapun aksi pelaku ini tergolong cukup nekat karena masuk ke area kebun aglaonema dengan menggali tanah di bawah pagar kenudian menerobos masuk,” kata Eko.
Diketahui, setelah kejadian tersebut, korban didampingi oleh Ketua DPC Tangerang Raya Eko Setyoadi melaporkan aksi pelaku itu ke Polsek Tigaraksa Tangerang.
Senin (13/6/2022) Penyidik dari Polsek Tigaraksa melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk melacak keberadaan pelaku pencurian Aglonema.
(***/Frangki Wullur)
