Lainnya

Di Bawah Diktator Layar: Manusia yang Terus Men-scroll

Di Bawah Diktator Layar: Manusia yang Terus Men-scroll

Oleh: Rafael Lumintang
(Mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira, Nusa Tenggara Timur)

Kupang, BeritaManado.com — Realitas kehidupan modern bergerak dengan suatu kecepatan yang nyaris tidak memberi tempat bagi keheningan.

Dalam situasi kompleks ini, men-scroll layar menjelma sebagai tindakan paling biasa sekaligus paling menentukan.

Ia dilakukan tanpa sadar, mengisi setiap jeda dan perlahan membentuk cara manusia memperhatikan dunia.

Hal itu memperlihatkan secara jelas bahwa hasil riset dari data AI menunjukan, warga Indonesia menjadi orang nomor satu di dunia sebagai masyarakat yang kecanduan scrolling handphone alias kecanduan gadget.

Dalam riset berjudul “State of Mobile 2023” ini terlihat, masyarakat Indonesia mengahabiskan waktu lebih dari 5 jam untuk scroll handphone.

Jika dirata-ratakan, di tahun 2022, waktu yang dihabiskan oleh masyarakat Indonesia untuk scrolling handphone adalah 5,7 jam per hari.

Dalam situasi inilah, manusia hidup di bawah sebuah kekuasaan baru, kekuasaan yang tidak memaksa, tetapi “mengikat lewat kebiasaan yang terus diulang.”

Ketika Scroll Menjadi Cara Hidup
Scrolling handphone atau kecanduan gadget bukan lagi sekedar kebiasaan, melainkan berubah menjadi “cara berada di dunia.”

Layar hadir hampir di setiap sela kehidupan, seperti; saat bangun tidur, di tengah pekerjaan, di dalam tempat ibadah, bahkan sebelum tidur.

Informasi, hiburan, dan opini mengalir tanpa kenal “kata lelah,” seolah dunia menuntut terus-menerus.

Hidup yang dijalani, tidak akan berjalan dengan mulus kalau tidak “men-scroll handphone.”

Dalam ritme hidup seperti ini, manusia jarang berhenti dan hampir tidak pernah sungguh hadir.

Scroll menciptakan ilusi keterhubungan, tetapi sekaligus “melahirkan kelelahan batin yang sering tidak disadari manusia modern.”

Problem mendasar ini, bukan terletak pada banyaknya informasi yang ada, melainkan pada “hilangnya jeda.”

Tidak ada waktu yang cukup banyak untuk mencerna, memahami, merefleksikan dan memberi makna yang mendalam.

Segala sesuatu bergerak cepat dan segera tergantikan oleh hal lain.

Kesehatan, perang, politik, agama, tampil sebagai fragmen singkat yang cepat berlalu.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara