Berita Utama

Detik-detik Sulut Hadapi Kasus Perdana COVID-19

18.00 WITA

Kebenaran kasus pasien positif corona akhirnya diungkap Dirut RSUP Prof Kandou Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD.

Kepada BeritaManado.com, Jimmy Panelewen membenarkan, telah ada kepastian status medis satu pasien di RSUP Prof Kandou, yaitu positif.

“Ya. Satu pasien positif corona. Tapi masyarakat harus tetap tenang, jangan panik dan selalu waspada,” kata Jimmy Panelewen.

Jimmy Panelewen juga menambahkan, terkait pasien yang positif virus corona saat ini sedang ditangani oleh pihak rumah sakit.

“Petugas kami sedang menangani pasien sesuai protap. Pasiennya saat ini masih baik,” ujarnya.

Dari keterangan, pasien berumur 51 tahun ini belum lama pulang umroh kemudian pada 9 Maret 2020 dirawat di RSUP Prof Kandou dengan keluhan sakit sesak nafas.

Diketahui selain positif corona, pasien berkelamin pria ini juga mengidap beberapa penyakit di antaranya gula dan ginjal.

TERBUKA SOAL DATA

Ketua GMBI Wilter Sulut, melalui Dantim 7 GMBI Sulut Jefran Herodes De Young meminta Pemerintah Sulawesi Utara jangan menutup-nutupi informasi mengenai virus corona di Sulut.

“Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menegaskan sebagaimana dalam Pasal 28 F UUD tahun 1945 yang menyebutkan bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh Informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, dan menyimpan Informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. Membuka data perlu dilakukan agar Sulawesi Utara waspada dan mengambil langkah-langkah konkrit untuk pencegahan virus corona agar tidak tersebar secara masif di daerah yang kita cinta bersama ini,” kata De Young.

Sekretaris Wilayah GMBI Wilter Sulut Dave Lolowang menambahkan, GMBI telah menyampaikan aspirasi-aspirasi GMBI ke pemerintah melalui DPRD Sulut, dimana GMBI mendesak pemerintah untuk menutup penerbangan Manado-Cina, menetapkan status darurat di Sulut bila ada yang terpapar virus corona, medikal check up seluruh Tenaga Kerja Asing (TKA) dan turis di Sulut.

“Pemprov Sulawesi Utara jangan gengsi untuk meniru langkah-langkah yang baik dan tepat dari provinsi lain bahkan negara lain dalam penganganan untuk menjinakan virus corona. Israel dan Palestina saja bergandengan tangan untuk bersama-sama melawan virus corona,” tutup Dave.

Tokoh Masyarakat Minahasa Utara Lucky Longdong berharap, dalam penanganan COVID-19, agar pemerintah di daerah dapat menyiapkan juru bicara dari Dinas Kesehatan (Dinkes) baik kepala dinas maupun kepala bagian.

“Harus ada jubir Pemprov dari Dinkes Sulut, paralel dengan jubir nasional di atas, sekelas Dirjen, jadi di daerah harus sekelas Kadis atau paling tidak Kabid terkait. Jangan biarkan info COVID-19 di Sulut jadi liar,” ujar Longdong.

Hal serupa disampaikan Taufik Tumbelaka, Direktur Eksekutif Lembaga Studi Sosial dan Politik Tumbelaka Academic Centre.

“Dibutuhkan perkuat kehumasan negara untuk Sulut, kehumasan pemerintah provinsi, agar masyarakat tenang dan salah satunya tidak panic buying seperti yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu. Yang terpenting adalah kecepatan dan keakuratan informasi dari Pemprop Sulut supaya masyarakat bisa paham dan tidak serta merta mengadopsi info-info medsos,” pesan Taufik.

Kepala Bidang Komunikasi, Informasi Publik, Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Daerah, Ivonne Kawatu menjelaskan, pihaknya sudah sesuai prosedur tetap penanganan COVID-19.

Disampaikan Kawatu, informasi perkembangan kasus corona di Indonesia akan disampaikan secara resmi oleh pihak pemerintah pusat lewat Juru Bicara Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto.

“Penyampaian warga terjangkit virus ini dilakukan satu pintu, yakni pemerintah pusat. Prosedurnya demikian, tidak boleh mendahului protokol yang ditunjuk oleh kementerian kesehatan,” jelas Kawatu.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara