Berita Utama

Ricuh Demo GMKI MANADO Memunculkan Petisi “Menghapus Tindakan Brutal Polisi”

Petisi DUkungan Menghapus Tindakan Brutal Polisi
Petisi “Menghapus Tindakan Brutal Polisi”

 

Manad0 – Aksi damai yang dilakukan GMKI Manado di kantor DPRD Kota Manado, Rabu (1/5/2016)  yang awalnya berlangsung aman dan akhirnya berujung ricuh (Baca: Demo GMKI di Kantor DPRD Manado Berujung Ricuh)  memunculkan petisi “Menghapus Tindakan Brutal Polisi”.

Petisi ini dilakukan pemilik akun change.org, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (Indonesia SCM).

Pada halaman petisi tersebut memuat kronologis Aksi Damai GMKI Manado dan tuntutan aksi.

“Penganiayaan ini pun bukan hanya dilakukan oleh pihak kepolisian tetapi anehnya dilakukan juga oleh polisi pamong praja dan staff kantor DPRD Manado. Hampir seluruh personil massa GMKI kena pukul, diinjak, dan diseret keluar dari ruang paripurna. Bahkan sampai di luar kantor DPRD pun pihak kepolisian dan polisi pamongpraja terus mengejar dan memukul massa GMKI sampai mengakibatkan sejumlah personil massa GMKI mengalami luka pendarahan dan diduga mengalami patah tulang hidung. 5 orang harus dirawat di Rumah Sakit dan satu orang harus dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat RSUP Prof. R.D Kandou Malalayang,” tulis pihak Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (Indonesia SCM) dalam petisi.

Petisi nantinya akan dikirimkan kepada, Kepolisian Republik Indonesia, Komisi Kepolisian Nasional, Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, Kepolisian Ressort Kota Manado dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.

Link petisi pada halaman change.org beralamat di: Menghapus Tindakan Brutal Polisi (https://www.change.org/p/kepolisian-republik-indonesia-menghapus-tindakan-brutal-polisi)
(rds)

Baca juga:

 

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara