
MANADO – Bertempat di Novotel Grand Kawanua Convention Center Manado, Jumat (30/7) kemarin KPU Sulut menggelar debat terakhir pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubenur.
Acara debat disiarkan langsung oleh MetroTV mulai pukul 20.00 hingga 22.00 wita. Empat pasang calon: Ramoy Markus Luntungan-Hamdi Paputungan, Stefanus Vreeke Runtu-Marlina Moha Siahaan, Elly Engelbert Lasut-Henny Wullur dan Sinyo Harry Sarundajang-Djauhari Kansil berusaha tampil maksimal.
Tidak seperti penampilan debat sebelumnya yang terkesan seperti cerdas-cermat, kali ini debat berlangsung lebih seru. Buktinya pada sesi tanya jawab antar sesama kandidat, bukan hanya saling tanya program tetapi cenderung saling serang.
Henny yang tampil tanpa didampingi Elly mempertanyakan komitmen Sinyo terhadap pengoperasian PT Meres Soputan Mining (MSM) yang sebelumnya ditolak oleh Sinyo selaku gubernur.
“Sebelumnya MSM tidak diberikan izin karena amdalnya belum lengkap. Tapi setelah memenuhi kriteria, tentu diizinkan” ujar Sinyo menjawab pertanyaan Henny.
Lain halnya cagub Stefanus Vreeke Runtu saat ditanya soal eceng gondok. “Eceng gondok adalah tanaman air yang susah diberantas. Namun eceng gondok sudah dimanfaatkan menjadi pupuk organik dan kerajinan tangan serta mebel” jawab Vreeke dengan tenang.
Sementara kandidat Ramoy Markus Luntungan setiap pertanyaan dijawab dengan penuh semangat namun cenderung teoritis dan sering menggunakan istilah asing.
Dua panelis yang dihadirkan adalah Dr Aviliani, SE, M.Si, Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) dan Dr Yong Ohoi Timur, Pakar Etika dan Filsuf, dosen Institut Seminari Pineleng.

Memalukan. 80% kandidat tidak mampu memberikan jawaban yang tepat dalam menghadapi tantangan membangun SULUT. 80% kandidat ini seperti hanya berpikir bagaimana bisa menduduki kursi Gubernur tanpa punya pengetahuan yang jelas tentang SDM dan SDA SULUT sehingga solusi yang diberikan hanya seperti infotainment saja.
SMS dari dalam jeruji arogansi kekuasaan ;
‘Kebenaran dapat mengalah, tetapi tidak dapat dikalahkan!’ .. “Tidak ada Pemimpin yang lahir tanpa campur tangan Tuhan…! Mereka boleh menghalang-halangi saya untuk kampanye agar tdk didukung masyarakat, mereka boleh gunakan kekuasaan utk penjarakan saya agar dipermalukan dengan tuduhan fitnah, tapi ingat ada Tuhan yg melihat, jika Tuhan sudah buka pintu, tak ada satupun yg menutupnya, jika Tuhan sdh mengangkat, tak ada satupun yg dapat merendahkannya !! E2L (Ingat tgl 3, coblos no. 3) sebarkan kpd seluruh TS, Simpatisan, gd-ota, maphalus, relawan dan masyrakat Sulut yg berempati, tetap berdoa dan semangat Elly Lasut tetap tegar dan maju sebagai Gubernur Sulut !!! God bless…