
Manado – Serah terima jabatan Sekda Kota definitif dari Harold Monareh kepada Haefrey Sendoh, hari ini (Rabu,25/1) di ruang serbaguna kantor Pemkot Manado.
Pemberhentian Monareh telah sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Propinsi Sulawesi Utara No.821:/BKD/SK/24/2012 tertanggal 24 Januari 2012, tentang pemberhentian Sekda Kota Manado.
Selanjutnya, diangkat pelaksana tugas (Plt) Sekda Kota Manado Haefrey Sendoh melalui Surat Perintah Gubernur Propinsi Sulawesi Utara No. 800/194/Sek-R/BKD/tanggal 24 januari 2012, tentang pengangkatan pelaksana tugas Sekda Kota Manado.
Diketahui, tadi malam (24/1), bahwa Harold Monareh sempat diaktifkan kembali menjabat Sekda Kota Manado, dan pada pagi hari ini (25/1) telah diadakan serah terima jabatan kepada Plt Sekda Kota Manado Haefrey Sendoh yang sekaligus merangkap jabatan menjadi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi Sulawesi Utara.
Hadir dalam serah terima tersebut, Wakil Wali Kota Manado Harley Mangindaan, Arnold Kewas, Harold Monareh, Haefrey Sendoh, Kepala-kepala SKPD dan jajaran Pemkot Manado. Pada kesempatan itu, Wali Kota Manado Vicky Lumentut tidak dapat hadir karena ada dalam keadaan sakit (gangguan kesehatan). (cha)

@TONG KOSONG: kurang sama deng ngana pe nama jo “tong kosong” dalam hal apa ngana bilang “ba ancam orang”??? bedakan mana yang pernyataan, pertanyaan, dan ancaman.
so bagini kalo samua orang asal kase komentar,tambah kacau bukang tambah jelas.pake acara bukang nama asli,lebe lengkap sudah.
kepada Bung Franky, jang tako. itu @koreksi yg salah mangarti… monareh pe orang tu dia, sok-sok ba ancam.. pake nama jelas kalo ba ancam orang… lgs ke polda biar klir tu masalah… heheheeh
@franky mocodompis: penjelasan anda mengenai pernyataan pak Monareh dengan satetmen anda JELAS tidak ada hubungannya. pernyataan pak Monareh JELAS berupa pernyataan seorang birokrat handal dan sangat beretika. tetapi pernyataan anda mengenai: “Pendapat bahwa Pak Monareh dipermainkan tentu akan muncul sebagai konsekuensi dari pandangan yang sifatnya tidak komprehensif”. sangat JELAS seperti ungkapan seorang yang tidak beretika dan tidak pantas keluar dari mulut seorang abdi negara.
@franky mocodompis: pernyataan anda tentang: “Pendapat bahwa Pak Monareh dipermainkan tentu akan muncul sebagai konsekuensi dari pandangan yang sifatnya tidak komprehensif”. sepertinya menggiring suatu opini yang mengarah kepada pembunuhan karakter seseorang. anda telah berkata-kata diluar kewenangan anda (sebagai seorang PNS) cobalah membuat statetmen yang cerdas, bukan statetmen seperti seorang “penjilat kekuasaan”.
@ Pembaca, terima kasih atas saran dan masukannya.
Dapa lia di photo samua dah senang2 noo…
Hehehehe… Franky memang rada susah mo sadar bahwa depe pendapat2 yg bisa saja pendapat pribadi bisa dibengkokkan sebagai sebuah keterwakilan dari pendapat boss-nya. Dan dia ndak sadar (or mungkin memang dia sengaja melakukan itu) bahwa ini justru semakin membuat orang berpandangan negatif pa depe boss. Maar memang orang yang baru diposisi seperti dia sering suka ba sok2 membela….. hehehehe….
@ Adano, saya kira BM sudah membuka ruang untuk berdiskusi melalui forum ini, dan para pembacanya juga diberi peluang untuk bertukar pikiran. Hal ini tentu penting untuk menambah wawasan. Kalau ada pembaca yang setuju dengan pokok pikiran sesuai topik, tentu di pihak lain ada yang akan tidak setuju. Selaku Kepala Seksi Pelayanan Pers, Media Center, dan Dokumentasi, khususnya selaku Pengelola Media Center, tentu kami juga punya kewajiban memberi pandangan. Soal setuju atau tidak, tentu tidak bisa kami paksakan. Kalau Adano dan pembaca BM lainnya menganggap ini drama dan politis, kami berpandangan ini sudah sesuai prosedur dan untuk kepentingan penataan birokrasi.
@ koreksi, jika ada yang berpandangan Pak Monareh dipermainkan, tidak halnya bagi kami. Pak Monareh didefintifkan kembali dan penugasan Pak Hafrey sbg Plt Sekot, sudah melalui pertimbangan yang matang, dan Pak Wali sudah menjelaskan, itu untuk kebaikan Pak Monareh juga. Apalagi beliau sudah menerima dengan baik.
@Franky Mocodompis: bisakah anda menjelaskan maksud anda mengatakan: “Pendapat bahwa Pak Monareh dipermainkan tentu akan muncul sebagai konsekuensi dari pandangan yang sifatnya tidak komprehensif”. pernyataan ini sudah mengarah ke pencemaran nama baik, dalam hal ini anda seakan-akan telah bertindak sebagai seorang pengadil. sifat tidak komprehensif dalam hal apa??? maksud anda.
FM, anda harus menerima kalau rekan2 membicarakan ataupun mempertanyakan kapasitas anda karna anda paling getol ngomong tentang roling-rolingan ini. Kalau di flash back komen2 anda kelihatan skali anda itu terbawa irama boss2 anda..Tabawa aros.
Repot2 amat!
Penggantian pertama itu kesalahan teknis alias nda tau aturan.
Pergantian yang skarang so baca aturan mar bobou politis..
Jadilah ini drama
FM, anda nda harus menerima kalau rekan2 membicarakan ataupun mempertanyakan kapasitas anda karna anda paling getol ngomong tentang roling-rolingan ini. Kalau di flash back komen2 anda kelihatan skali anda itu terbawa irama boss2 anda..Tabawa aros.
Repot2 amat!
Penggantian pertama itu kesalahan teknis alias nda tau aturan.
Pergantian yang skarang so baca aturan mar bobou politis..
Jadilah ini drama
@ koreksi, mari kita bandingkan statemen saya dengan pernyataan Pak Monareh: “Semua itu, Bagian dari Proses Pemerintahan” yg diposting BM Rabu, 25 January 2012 10:19. Saya kutipkan ulang demikian :
“Telah dilakukannya serah terima koordinasi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) untuk melanjutkan pemerintahan kepada Plt. Haefrey Sendoh merupakan bagian dari proses melanjutkan pemerintahan,” ungkap Harold Monareh setelah sempat beberapa jam diaktifkan kembali menjabat Sekda kota Manado.
“Itu semua bagian dari proses, dalam arti harus diaktifkan kembali saya sebagai Sekda definitif, dan ketika saya sudah diaktifkan maka diangkat Sekda Kota yang baru (Haefrey Sendoh),” ujar Monareh.
Menurutnya proses yang sudah berjalan ini telah berjalan dengan baik. “Yang penting prosesnya sudah jalan,” tegas Monareh.
Topik pembicaraannya jauh lebih menarik dan jauh lebih penting didiskusikan dibandingkan membahas kapasitas saya. Tidak penting saya siapa dan jabatan apa, tapi kami bekerja memberi keseimbangan informasi.
@Franky Mocodompis (PNS Pemkot Manado) maksudnya dengan kalimat anda: “Pendapat bahwa Pak Monareh dipermainkan tentu akan muncul sebagai konsekuensi dari pandangan yang sifatnya tidak komprehensif”. itu apa??? jangan membuat opini yang hanya berdasarkan kepentingan pribadi anda!!!
Ini Mocodompis pe kapasitas sebagai apa so di pemkot? Jubir? Hum as? Ato cuma karna Vicky ada kase ticket free kong jadi PNS? Skarang saatnya mo jadi bumper… Oi toh po’
Saya mohon maaf kalau Pembaca dan pembaca BM lainnya menangkap kesan mengatasnamakan pimpinan dan membuat orang antipati thd Pak Wali. Saya hanya ikut berdiskusi, memberikan pokok pikiran, dan menambah wawasan. Kalau kemudian wilayah privasi ini menjadi gangguan bagi pihak lain, saya mohon maaf. Kalau semua pihak bisa punya pola pikir seperti Pembaca, tentu kami akan sangat terbantu. Tapi bila kemudian pihak lain bisa ‘menyerang’ dan ‘membelokkan’, Tentu bagi kami ada saat untuk berdiam dan ada saat untuk bicara.
Franky, ngana mo klaim ngana nyandak mengatasnamakan pimpinan, tapi ngana pe tingkah laku menunjukkan hal itu. Kalo Walikota so bicara di konferensi pers, noh kiapa kwa ngana musti ulang2 disini soh?
Parah ini orang noh. Dia nyak mangarti kita pe maksud ‘depe pernyataan2 bisa menjadi pedang bermata dua’. Depe pernyataan2 bisa beking orang semakin antipati pa Walikota.
Sebagai staf di jajaran Pemerintah Kota Manado, kami tidak ditugaskan untuk membela dan ‘mengatasnamakan’ pimpinan. Tugas kami hanya memberi informasi sesuai tupoksi dan memberi keseimbangan terhadap opini yang berkembang melalui pemberitaan, khususnya di media online. Memang sekilas kita akan menangkap tidak ada perbedaan mendasar antara penugasan Pak Kewas-Pak Monareh-Pak Sendoh. Tapi kalau para Pembaca BM mendengar pembacaan dan melihat dasar penugasan, maka kita tentu akan memiliki penilaian obyektif : TIDAK ADA SANDIWARA, TIDAK ADA KESEPAKATAN, dan TIDAK ADA UNSUR POLITIS. Semuanya sudah memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pengaktifan kembali Pak Monareh sebagai Sekot (definitif) didasarkan pada SK Walikota Nomor : 821.2/BKD/SK/01/2012; sementara Pemberhentian Pak Monareh sebagai Sekot (definitif) dilakukan melalui SK Gub. 821 sebagaimana tercantum pada berita di atas; lalu serah terima jabatan kepada Pak Sendoh dilakukan atas dasar Surat Perintah Gubernur Sulut Nomor : 800/194/Sek-R/BKD. Jadi tidak benar kalau Pak Sony Lela mengidentikkan proses yang sudah berjalan baik dengan istilah SEKOT SATU MALAM. Pak Monareh itu jadi Sekot definitif berdasarkan penetapan Gubernur Sulut dan diberhentikan sebagai Sekot definitif juga berdasarkan penetapan Gubernur Sulut. Jadi saya berpendapat tidak ada kekeliruan dalam proses ini. Soal apa dan bagaimana tanggapan resmi Pemerintah Kota Manado, sudah disampaikan langsung oleh Pak Walikota dalam Konferensi Pers tadi sore.
Pergantian Sekot Manado, Mirip Lagu cinta Satu Malam diubah aransemen menjadi SEKOT SATU MALAM oleh.GSV Lumentut yg diproduksi oleh SHS dengan artis2 Kondang.
Cuma ada di SULUT(Manado) Walikota GS Vicky Lumentut..cetak sejarah…H Monareh 2 kali di lantik jadi SEKOT Manado..Kapan dang tu kadis2 deng PALA…kayak anak TK aja….
semua aksi mmg ada konsekuensinya, dan tidak semua konsekuensi merupakan konsekuensi yg menyenangkan (bagi si pelaku aksi)….
tapi sebaiknya para staff walikota ndk usah banyak mengeluarkan pendapat (untuk membela sang walikota), krn tidak dapat dihindari bahwa para pembaca akan menganggap semua pendapat itu adalah pendapat sang walikota… padahal mungkin walikota gak mengeluarkan pendapat seperti itu….
(mudah2an si franki mangarti bahwa pernyataan2nya bisa berakibat seperti pedang bermata dua….)
Bung Inos sebaiknya melihat secara seksama proses yang terjadi di Pemerintah Kota Manado dan di PTUN Manado. Adanya perbedaan pemahaman antara Pak Monareh dan Walikota Manado sudah mendapatkan jalan keluar. Pak Monareh sudah dikembalikan jabatan definitif beliau sebagai Sekretaris Kota Manado agar dapat diproses lebih lanjut promosi pada jenjang dan jabatan lebih tinggi. Saya berpendapat, ini sebuah proses yang sangat menguntungkan beliau, dan bermula dari sikap negarawan Walikota Manado dan Gubernur Sulawesi Utara. Pendapat bahwa Pak Monareh dipermainkan tentu akan muncul sebagai konsekuensi dari pandangan yang sifatnya tidak komprehensif.
GSVL adalah murid terbaik SHS yang gila kekuasaan. GSV dibina sejak awal menjadi PNS oleh SHS ketika di msh di Bitung. Jadi, rakyat jangan terkecoh dengaan “lawakan” mereka berdua.
Harold Manoreh dipermainkan oleh Walkot Vicky Lumentut…