
Manado, BeritaManado.com – Pandemi COVID-19 telah menyerang perekonomian masyarakat disemua tingkatan.
Tidak terkecuali mulai dari pengusaha besar, menengah terlebih usaha kecil harus merasakan dampak dari bencana non alam ini.
Hal ini membuat para pelaku usaha harus putar otak untuk menyelamatkan bisnisnya.
Mungkin inilah alasan dari Bapak Mega seorang penjual sembako yang menjajakan dagangannya menggunakan mobil jenis Multi Purpose Vehicle (MPV).
Pandemi COVID-19 tidak mampu mematahkan semangat usaha sampai akhirnya dia mendapatkan ide.
Menurut Mega, ide kreatif ini muncul karena pendapatan kios sembakonya diterminal Malalayang turun drastis sejak ada virus corona.
“Di kios pembeli berkurang, sementara tuntutan kehidupan keluarga tidak turun malah naik,” kata Mega kepada BeritaManado.com, Selasa (12/5/2020).
Mengantisipasi situasi buruk tersebut, Mega inisiatif cari solusi agar omset jualannya bisa stabil.
“Kebetulan ada mobil, saya gunakan angkut dagangan seberapa banyak yang bisa di muat. Ada 2 armada di beberpa titik tempat saya mangkal jualan,” terangnya.
Strategi ini menurutnya lebih efektif, karena pembeli tidak perlu turun dari mobil dan masuk kios lagi.
“Pelanggan hanya dari dalam mobilnya, sebut barang, bayar lalu saya yang muat ke dalam bagasi dan selesai,” tutur Mega yang saat itu sedang mangkal di jalan RW Mongisidi Lingkungan Satu Malalayang Dua.
Sementara untuk pendapatan dijelaskannya sampai hari ini cukup meskipun ada sedikit penurunan pembeli karena masyarakat sedang menerima bantuan sembako dari pemerintah.
“Biasanya bisa dapat satu juta untuk satu armada,” ujarnya.
Namun diakuinya, ada saja kendala yang harus dihadapi tetapi semua bisa diatasi.
“Selama tidak menyusahkan orang lain semua bisa berjalan lancar,” ucapnya sambil merapikan dagangannya.
Ada beberapa macam bahan pokok jualannya antara lain beras, ikan roa, ikan teri, telur, gula pasir, tempurung sampai gas elpiji 3 kg juga tersedia.
Selain di kios dan di mobil, di rumah juga Mega melayani pelanggannya.
