Ia pun mengapreasi respon positif warga Manado yang memilih tidak mudik pada Ramadhan tahun ini.
“Sayangnya itu belum cukup. Kita dituntut disiplin seperti menghindari pertemuan apapun bentuknya, sekalipun dalam konsep religi,” imbaunya.
Selain itu, penggunaan masker dan mencuci tangan sebelum memegang wajah harus dilakukan terus-menerus.
“Intinya kita sama-sama melawan pandemi ini agar pasien positif tidak bertambah,” beber Gerdi.

Lakukan rapid dan swab tes massal
Sementara Koordinator Pusat Studi Otak dan Perilaku Sosial LPPM Unsrat Manado, Dr dr Taufik Pasiaq menilai secara umum kasus positif di Sulut melambat secara statistik.
Tapi berbeda secara faktual yang menurutnya bertambah.
Kondisi ini kata Taufik Pasiaq, mengharuskan pemerintah mengambil tindakan di lapangan.
Ia menyarankan dilakukannya rapid dan swab tes massal.
“Dan sebaiknya tes ini dilakukan pada area yang jumlah PDP dan ODP cenderung naik,” sarannya.
Menurutnya, pemerintah juga perlu memikirkan efek psikologi yang bisa timbul dari wabah ini.
“Sebab pengaruhnya bisa lebih besar dari efek fisik,” beber Taufik.
Taufik menjelaskan, hal penting yang perlu dilakukan dalam masa pandemi ini adalah ketahanan pangan suatu daerah.
Tentunya hal itu harus didukung dengan ketahanan sosial dan iman.
“Lagi-lagi, semuanya tergantung lewat kebijakan yang dikeluarkan pemerintah,” katanya.
Dia mengakui bahwa di tengah wabah ini masyarakat lebih sensitif, apalagi tidak sedikit warga yang dirumahkan hingga mengalami penurunan pendapatan.
“Dan kondisi ini mengharuskan pihak keamanan mengedepankan persuasi dan edukasi dalam segala tindakan,” tandasnya.
