
Jakarta, BeritaManado.com — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), bagian dari Subholding Gas Pertamina, baru saja merombak jajaran komisarisnya melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu (27/8/2025).
Dari sejumlah nama baru yang masuk, perhatian publik tertuju pada Conny Lolyta Rumondor, yang dipercaya sebagai Komisaris Independen.
Kehadiran Conny Rumondor menjadi warna tersendiri dalam struktur pengawasan perusahaan energi pelat merah tersebut.
Perempuan asal Sulawesi Utara ini dikenal memiliki rekam jejak panjang di manajerial, kebijakan publik, dan pengalaman politik.
Dengan kapasitas tersebut, kehadirannya diharapkan mampu memperkuat fungsi pengawasan sekaligus menghadirkan perspektif yang lebih berimbang di tubuh PGN.
“PGN adalah salah satu aset strategis bangsa. Tugas kami sebagai dewan komisaris adalah memastikan tata kelola berjalan dengan baik, transparan, serta berpihak pada kepentingan nasional dan masyarakat,” ujar Conny kepada BeritaManado.com usai ditetapkan dalam RUPSLB.
Selain Conny Rumondor, jajaran komisaris PGN kini dipimpin oleh Tony Setio Boedi Hoesodo sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen, serta diperkuat oleh nama-nama lain seperti Edward Omar Sharif Hiariej, Rambe Kamarulzaman, Thanon Aria Dewangga, dan Widjono Hardjanto.
Perombakan ini menandai babak baru perjalanan PGN dalam memperkuat peran sebagai tulang punggung distribusi energi gas bumi di Indonesia.
Kehadiran sosok perempuan seperti Conny Rumondor di kursi pengawas bukan hanya menambah keberagaman, tetapi juga simbol bahwa energi nasional harus dikelola dengan semangat inklusif, profesional, dan berkelanjutan.
(rds)
