
Manado, BeritaManado.com — Citraland sebagai salah satu properti yang menawarkan hunian dengan kenyamanan tinggi, kini dikeluhkan warga melalui Komunitas Peduli Bersatu Citraland Manado pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas Komisi DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Berbagai keluhan warga yang menghuni kawasan elit di Manado tersebut, diantaranya adalah kenaikan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) oleh Citraland secara gila-gilaan hingga memeras keuangan para penghuni properti Ciputra Grup itu.
Tak hanya itu, warga yang tinggal di hunian yang menawarkan kenyamanan itu juga disebut-sebut ditekan dengan menggunakan aparat untuk menyukseskan berbagai program yang menguras kantong warga Citraland.
Diketahui, IPL di tahun 2014 sebesar Rp325.000 per bulan, di tahun 2025 IPL naik menjadi Rp823.000 untuk luas tanah 435, sedangkan luas tanah 130, pada tahun 2014 IPL-nya ada di angka Rp146.000 di tahun 2025 menjadi Rp429.000.
Tak hanya itu, ada juga penghuni perumahan yang tidak puas dengan rumah yang dibeli di mana, kondisinya justru tidak senyaman seperti yang ditawarkan, bahkan terjadi peristiwa bencana yang sudah menelang 6 korban jiwa di Citraland yang mengakibatkan trauma.
Rapat dengar pendapat pun menjadi makin alot, ketika warga penghuni properti mewah Ciputra grup itu meluapkan berbagai keluhan yang selama ini dianggap acuh tak acuh oleh pihak Citraland.
“Dalam rapat tadi, kami menyampaikan apa adanya. Kami warga yang tinggal berpuluh-puluh tahun yang akan mewariskan rumah di Citraland kepada anak cucu kami, berhak untuk menuntut hak kami,” ungkap Careig Runtu Ketua komunitas peduli bersatu Citraland Manado Senin, (20/10/2025) usai rapat dengar pendapat bersama DPRD Sulut.
Careig, Eks ketua Bapemperda DPRD Sulut itu bahkan mengaku bahwa, pihaknya mendapatkan ancaman dari pihak Citraland baik disampaikan dengan surat sampai pada penggunaan aparat.
“Tentu hal itu akan kami lawan, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Careig.
Careig pun menantang awak media untuk melihat langsung kawasan hunian elit tersebut di mana banyak persoalan-persipoalan yang yang mungkin jarang tersorot publik.
“Termasuk persoalan AMDAL yang bisa menciptakan keresahan bagi penghuni Citraland,” beber Careig.
“Kalau bicara AMDAL itu berarti, kalau ada yang tidak layak jangan dibangun karena beresiko bagi keselamatan hajat hidup orang banyak,” sambung Careig.
(Erdysep Dirangga)
