Agama dan Pendidikan

Catatan Kebudayaan 2025: Kebudayaan Sulawesi Utara dari Etalase Perayaan ke Ekosistem Peradaban

Pemerintah daerah seharusnya belajar dari pola ini, mendukung yang sudah tumbuh, bukan sekadar menciptakan program baru yang rapuh.

Arah Strategis yang Mendesak

Jika Sulawesi Utara ingin menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan strategis, maka beberapa langkah mendesak perlu ditempuh: sikapnya mesti beralih dari event-based menuju ecosystem-based policy. Menempatkan museum, taman budaya, gedung kesenian/galeri/perpustakaan dan ruang-ruang ekspresi sebagai pusat pengetahuan publik.

Membangun tata kelola partisipatif dan penguatan dengan komunitas seni dan adat/tradisi, melalui dewan kebudayaan yang sehat untuk pemajuan kebudayaan. Menguatkan regenerasi melalui pendidikan dan pembinaan berkelanjutan. Memandang kebudayaan sebagai investasi peradaban, bukan beban anggaran!

Kebudayaan sebagai Tanggung Jawab Sejarah

Kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi tanggung jawab terhadap kenyataan masa kini dalam menyiapkan masa depan yang sehat. Sulawesi Utara memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, namun kekayaan itu hanya akan bermakna jika dikelola dengan kesadaran sejarah dan keberanian perubahan.

Tahun 2025 seharusnya dicatat bukan hanya sebagai tahun perayaan, melainkan sebagai titik balik kesadaran kebudayaan. Dari etalase menuju ekosistem. Dari seremoni menuju substansi. Dari kebanggaan simbolik menuju peradaban yang kuat dan dirawat bersama.

Penulis: Eric Dajoh

(rds)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara