Eks pasar Cita adalah venue night market tepat dengan aneka suguhan entartain menarik.
Pesona kemasan malam itu identik gambarkan Bitung sebagai kota pelabuhan, dimana kehidupan berjalan 24 jam.
Bitung is never sleep.
Di sinilah sentuhan pariwisatanya ketemu.
Apalagi, saat malam pembukaan di 4 Oktober, even organizer yang didampingi Kadis Pariwisata Pingkan Kapoh dan Ketua Badan Promosi Pariwisata BPPD HAlvy Pongoh sukses mengemas entartain dengan kemasan budaya berbalut teknologi artificial intellegence (AI).
Dari situ, terlihat pula genre Bitung sebagai Kota Digital terungkap. Semua dibalut suguhan rancaknya musik mengalir!
Lebih istimewa lagi, bertepatan di acara FPSL ini, mampirlah kapal pesiar MV Carnival Luminosa. Kapal pesiar mewah ini membawa sekitar 2.500 an wisatawan mancanegara. Kehadiran mereka pun menjadi capaian. Outcome FPSL.
Salah seorang turis yang mampir di Bitung dan hadiri FPSL bahkan sempat menulis di medsosnya, X. Dahulu Twitter.
“Berada di Bitung. Kota unik di dekat Pasifik. Ada festival unik. Makan tuna fresh. Indonesia itu indah”.
Luarbiasa!
Sedot puluhan ribu penonton
Om Kumis dari Bitung pun menjadi daya tarik tersendiri selama FPSL berlangsung.
Konten acara hingga live selama even berlangsung, menjadikan awareness terhadap even dan nama Kota Bitung bergema.
Saya kaget saat Sabtu pekan lalu bersua sekelompok milenial yang mengaku dari Surabaya dan Jakarta, hendak hadiri acara di Bitung.
Dengan bangganya mereka sebut diri “Kami hopeng nya Om kumis dari Bitung. Beliau yang ngajak kami hadiri festival Lembeh,” kata Anton, salah seorang kelompok ini.
Kepada saya, Anton pun dengan gembira dan bangganya sebut “Om kumis itu kan pak walikota Bitung. Beliau temenen di tiktok.”
Gubernur Olly Dondokambey sendiri sulit menyembunyikan pujiannya tatkala saksikan acara pbukaan 4 Oktober.
“Sajian acaranya bagus. Salut untuk koreografer nya ya pak wali,” kata gubernur pada sambutan hari itu.
Salah satu berita online besar di Sulut, BeritaManado.com milik sahabat saya Hanny Sumakul bahkan menurunkan ulasan khusus bahwa di hari ketiga FPSL, telah menyedot 24 ribu pengunjung.
