Berita Utama

Buku Franky Kengkang Si Petualang Seribu Nyali dari Sulut Resmi Diluncurkan

Tidak hanya itu, ketika saya sudah merasa cukup tinggal di Manado dan menyatakan kangen kepada anak-anak, justru Franky menyiapkan tiket untuk anak-anak saya itu. Mereka terbang dari Jakarta dan bergabung dengan saya belajar paralayang bersama tim Franky.

Soal nyali dan skill, Franky sangat memadai. Dia juga seorang pendobrak. Siapa pun yang hendak melarang dia harus mempunyai argumen kuat. Dengan itu, Franky akan menurut. Kalau tanpa penjelasan dia akan berjalan dengan keyakinannya sendiri.

Tiga minggu bersama Franky telah mengubah hidup saya. Saya telah membeli dan menyimpan payung paralayang selama 32 tahun.

Trauma berkepanjangan membuat saya lebih banyak menyimpan dan meminjamkan alat itu untuk orang lain. Kini, Franky telah membuka mata saya.

Saya telah terbang 40 kali dalam sekali kedatangan di Manado. Saya tambah lagi menjadi 70 kali terbang setelah Franky meninggal. Saya menjadi tergila-gila dengan olahraga ini!

Begitulah Franky, sahabat sejati saya. Franky sudah mengubah ketakutan saya menjadi kekuatan hati. Dia berikan satu payung paralayang untuk saya.

Itu payung mahal, Franky,” kata saya.

Ndak, kamu pantas dapat ini,” sahut Franky tulus.

(***/abinenobm)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara