Setelah pandemi ini, kata Egi, banyak negara melakukan pemulihan secara build back beter.
Fokusnya pada kesejahteraan, inklusifitas dan kemanusiaan.
Menurutnya, ada 4 prinsip yang perlu didorong untuk melakukan build back better pasca pendemi.
Pertama, build fairer atau pembangunan secara lebih adil.
Menurutnya prinsip ini dapat menurunkan tingkat kemiskinan.
“Memberikan kesempatan kepada kaum perempuan, masyarakat adat, untuk memperoleh akses yang sama,” katanya.
Kedua, prinsip build stronger, yaitu membangun dengan lebih kuat.
Menurutnya, pembangunan ke depan perlu diarahkan ke pembangunan rendah karbon yang menciptakan ekonomi kuat, peningkatan lapangan pekerjaan dan pendapatan.
“Berbagai riset mengatakan, ketika kita pulih atau bertransisi ke pembangunan rendah karbon, dengan misalnya menggunakan energi baru terbarukan, itu menghasilkan tambahan pekerjaan yang siginifikan,” ujarnya.
Ketiga yaitu prinsip Build Safer.
Menurutnya, dengan beralih ke rendah karbon, dapat memberikan dampak kesehatan yang jauh lebih baik.
Menurut Egi, angka kematian terkait polusi cukup tinggi.
“Ketika kita melakukan recovery ke depan harus tetap mempertimbangkan aspek kebersihan udara. Agar kita lebih sehat dan produktif,” ujarnya.
Terakhir, Build cleaner, yaitu pembangunan rendah karbon untuk mendorong ekonomi.
Menurut Egi, pihaknya pernah mensimulasikan pertumbuhan ekonomi dan rendah karbon.
Hasilnya, ketika investasi dan bisnis menggunakan pendekatan rendah karbon, bisa meningkatkan pendapatan bruto domestik (PDB).
“Secara signifikan,” katanya.
(***/Finda Muhtar)
