Politik dan Pemerintahan

Buah Pikiran dan Kepedulian Ronny Sompie dalam Buku “Exit Strategy Polemik Migran Indonesia”

Buah Pikiran dan Kepedulian Ronny Sompie dalam Buku “Exit Strategy Polemik Migran Indonesia”
Bedah Buku “Exit strategy Polemik Migran Indonesia”, menandai peluncuran buku karya tulis Irjen Pol Purn Dr Ronny Sompie SH MH, bacaleg DPR RI dapil Sulut.

Manado, BeritaManado.com – Jenderal Punawirawan Dr Ronny Franky Sompie SH MH, merupakan sosok putra daerah Sulawesi Utara (Sulut) yang dikenal berprestasi dan sukses dalam karier.

Nama Ronny Sompie semakin dikenal publik usai menduduki sejumlah jabatan strategis, di antaranya sebagai Kapolda Bali, Kepala Divisi Humas Mabes Polri, dan Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

Selain sarat pengalaman sebagai Jenderal Purnawirawan Polisi, Ronny Sompie juga merupakan seorang akademisi, sekaligus praktisi hukum.

Tak hanya itu, “Tuama Leos” putra Kawanua yang saat ini siap maju DPR RI dapil Sulut 2024 ini juga memiliki kredibilitas di bidang komunikasi publik dan keimigrasian.

Sosok pemegang gelar doktoral di program studi hukum ini pun sangat perhatian dan sering memberikan buah pikirannya akan polemik yang terjadi di sekitarnya, khusus terkait kepentingan bangsa.

Buku berjudul “Exit Strategy Polemik Migran Indonesia” yang dirilis pada Desember 2022 lalu menjadi bukti kepedulian Ronny Sompie akan bangsa dan negara dalam kaitan dengan nasib para Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Tak banyak yang menyangka bahwa Jenderal Purnawirawan sukses melahirkan karya luar biasa lewat buku “Exit Strategy Polemik Migran Indonesia” yang merupakan hasil kerja sama dengan PT Kaya Ilmu Bermanfaat.

Sementara buku tersebut berisikan buah pikiran Ronny Sompie, di antaranya mengenai peliknya masalah yang dapat menimpa para calon dan Pekerja Migran Indonesia atau biasa disebut PMI dengan maraknya dugaan modus operandi penipuan yang disinyalir mengatas namakan jasa penyalur pekerja untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya dari para calon PMI yang kurang waspada.

“Masih banyak ditemukan PMI yang sudah bekerja, namun ternyata masuk melalui jalur ilegal yang tidak terdaftar. Ini dikhawatirkan akan menyusahkan mereka dalam mengurus izin tinggal. Akibatnya mereka dianggap sebagai orang-orang gelap yang di mana kapan pun bisa dideportasi,” ujarnya.

Dijelaskannya, korelasi dalam buku ini menjabarkan problematika juga perlindungan terhadap PMI yang di antaranya membahas tentang kebijakan dalam mempekerjakan PMI Indonesia di 3 Benua, yaitu Asia, Eropa dan Amerika.

Adapun buku ini juga merupakan cerminan pengalaman Ronny Sompie yang penting diketahui bagi para Pekerja Migran Indonesia yang berada di luar negeri tentang bagaimana menempatkan diri dan menghadapi segala macam persoalan.

Selain itu, peran serta Pemerintah Indonesia dalam memberikan perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia yang menurutnya masih belum maksimal juga menjadi salah satu pokok bahasan dalam buku tersebut.

Demikian juga buku itu secara khusus membahas tentang keimigrasian, dimulai dari penjelasan tentang definisi keimigrasian, fungsi keimigrasian juga peran Direktorat Jenderal Imigrasi dalam pencegahan para Pekerja Migran Indonesia non prosedural, dan juga dalam penegakan hukum dan bidang keimigrasian.

Tak hanya sekedar memaparkan permasalahan yang terjadi, Ronny Sompie juga menitipkan buah pikirannya terkait Upaya Pencegahan Pekerja Migran Non Prosedural yang sejatinya dapat dilakukan melalui Digitalisasi Basis Data, serta koordinasi antar kementerian dengan lembaga terkait.

Solusi lainnya, yakni mengadopsi kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh beberapa negara di dunia yang telah dibandingkan dan dianggap cocok untuk diterapkan di Negara Indonesia juga dijabarkannya.

Sebelum peluncuran, beberapa Penulis lainnya pun dilibatkan membahas secara keseluruhan isi dari buku tersebut.

Acara ini dihadiri tamu undangan sekaligus pemateri, di antaranya Prof Dr H Faisal Santiago SH MH selaku Direktur Pascasarjana Universitas Borobudur, Rektor Universitas Borobudur Prof Ir Bambang Bernanthos MSc, Perwakilan Kepala BP2MI Benny Rhamdani, Presiden Kongres Advokat Indonesia Adv Dr Tjoetjoe Sandjaja Hernanto SH MH, CLA, CIL, CLI CRA, Staf Ahli Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia Bidang Ekonomi, Dr Lucky Agung Binarto S H C N, MH, dan Andry Indrady Amd Im, Grad Dipl PA, MPA, PhD selaku Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Gorontalo.

Kegiatan digelar di Ruang Prof Dr H Basir Barthos Gedung D Lantai satu Universitas Borobudur Gorontalo, pada Selasa 29 November 2022, dengan tajuk Bedah Buku “Exit strategy Polemik Migran Indonesia”, menandai peluncuran buku karya tulis Irjen Pol Purn Dr Ronny Sompie SH MH.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara