
Amurang, BeritaManado – Masyarakat Desa Sulu Kecamatan Tatapaan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) pertanyakan kembali keberadaan Irigasi Sulu-Paslaten yang sampai saat ini belum dapat dimanfaatkan dengan maksimal.
Beberapa petani Desa Sulu melalui Ketua Ranting PDI perjuangan, Bonaparte Sariowan pada Minggu (9/4/2017) menyampaikan keluhannya kepada BeritaManado.com.
“Saat ini sudah selesai musim tanam yang pertama, dipastikan dari 600 hektar lebih sawah di Desa Sulu dan Paslaten, petaninya merugi 2 Milyar lebih. Kami sangat menyayangkan, Bendungan Sulu Paslaten yang dibangun dengan anggaran 22,7 Milyar sampai saat ini tidak ada manfaatnya,” terang Bonaparte Sariowan.
Dirinya bahkan menyayangkan bahwa pembangunan Bendungan Sulu Paslaten dari pengamatan masyarakat sangatlah sarat dengan kecurangan. Upaya untuk memperbaiki terkesan hanya tambal sulam.
“Pembangunan saluran sekunder dan tersier tidaklah maksimal, bahkan dibeberapa tempat terlihat hanya membongkar bagian atas bangunan lama saja dan tanpa membangun yang baru. Sebagian besar pembangunan saluran sekunder dan tersier hanyalah mengandalkan bangunan saluran irigasi yang lama,” tambah Bonaparte Sariowan.
Dirinya dan masyarakat petani sangat mengharapkan adanya kepedulian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minsel melalui instansi terkait agar dapat membantu perekonomian masyarakat.(TamuraWatung)
