Hukum dan Kriminalitas

Billy Johannis: Aris Boko Bakal Ikut Jejak Kolelupun-Damanik

MANADO – Ketua Gerakan Anti Narkoba (Granat) Sulut, Billy Johannis, mengatakan, dulu pada tahun 2005, di PN Tondano, saat Kolelupun menjabat Ketua PN Tondano, dan memvonis bebas terdakwa narkoba, maka dia, dan 25 anggota Granat melakukan gerakan protes dengan mengobrak-abrik, dan mencungkir balikkan meja pengadilan di PN Tondano.

Peristiwa ini diberitakan semua media lokal, dan beberapa media nasional, sehingga imbasnya Kolelupun pun langsung dicopot dari jabatannya, dan menjadi hakim nonpalu di Gorontalo.

Kemudian pada tahun 2008, ketika Ketua PN Manado dijabat, Ridwan Damanik SH, dan memvonis bebas anak mantan Wakil Gubernur Maluku Utara. Ini membuat sang Ketua PN sekaligus Ketua Majelis hakim itu, didemo, dilaporkan ke Mahkamah Agung (MA) oleh Ketua Granat Sulut, dan imbasnya Damanik dicopot dari Ketua PN Manado, serta menjadi hakim nonpalu hingga saat ini.

Karena itu, Billy, melihat, Aris Boko kemungkinan besar akan mengikuti jejak Kolelupun dan Damanik. Pasalnya, vonis bebas yang dijatuhkan Aris Boko dengan alasan Jaksa tidak menghadirkan informan, dan tidak ada sidik jari kata, Ketua Granat Sulut ini, tidak lazim terjadi.

”Ingat, Direktorat Narkoba Polda Sulut dalam menangkap pelaku narkoba menggunakan uang negara melalui BNN, dan dalam satu kasus biaya yang dikeluarkan antara Rp 15 juta hingga Rp 20 juta, ”ujarnya sambil menambahkan bahwa ini belum termasuk biaya tip kepada informan dan biaya lainnya.

”Jadi dengan memvonis bebas, berarti Aris Boko, telah merugikan uang negara, dan melecehkan tugas kepolisian Polda Sulut, ”ujar Billy. Selain itu, dia mengaku, mempertanyakan kinerja Polda Sulut dibawa komando Kapolda, Brigjen Pol Carlo Tewu.

Kasus ini tidak hanya akan dilaporkan ke MA, tetapi mulai hari ini kebetulan Komisi Yudisial berkunjung ke Manado. ”Saya akan temui Komisi Yudisial dan melaporkan. Kalau tidak saya akan ke Jakarta, dan temui Komisi Yudisial di Jakarta, ”tuturnya.

Dia menambahkan, Granat Sulut akan melakukan demo, dan mengumbar kasus dugaan suap yang dilakukan Aris Boko, sehingga dia dengar langsung. ”Dan, saya tunggu laporan polisinya, kalau dia berani, ”ujar Billy menantang. (abm)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara