
Manado – Langkah mantan rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Prof Dr Lucky Sondakh untuk bertarung dalam pemilihan DPD RI tahun 2014 ternyata tak main-main. Lihat saja, informasi yang diterima beritamanado pagi ini tepatnya besok, Rabu (10/4), LWS sapaan akrabnya akan mendatangi KPU untuk mendaftar.
“Direncanakan besok kami akan ke KPU Sulawesi Utara untuk mendaftarkan Prof Lucky atau sapaan akrabnya LWS for calon DPD RI pada pemilihan legislatif tahun 2014 mendatang,” tutur Rini, salah-satu tim pemenangan LWS for DPD RI.
Diinformasikannya juga, bahwa berdasarkan kriteria bahwa seorang calon harus mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan jumlah 2000 telah dilakukan tim. “Seluruh kriteria sudah kami penuhi,” tutup Rini.(Fiko)

Saya tentunya sangat berterima kasih kalau komentar ini bisa berkenan di rilis ke publik media cetak untuk mengajak semua komponen berjuang untuk Provinsi MInahasa Raya, Nusa Utara dan Bolaang Mongondow. Semoga berkenan.
Pro dan kontrea itu biasa, yang penting tetap sopan, berethika, beradab….toch banyak yang terpangil sedikit yang terpilih….Kalau Memang Tuhan memilih, siapaun yang dipilihnya melalui “Vox Populi Vox Dei”, yang kontrapun nantinya tetap didoakan kan untuk tetap diberkati?.nusuhpun harus dikasihi dengan “The Power of Love and Forgivenbess” kan?, …baiknya mari sama sama perjuangkan agar wawasan Suylawesi Utara ini untuk nantinya menjadi 3 Provinsi itu jadi kenyataan: Provinsi Nusa Utara, Provinsi Minahasa Raya dan Provinsi Bolaang Mongondow…ini salah satu yang saya akan perjuangkan, dan wadah perjuangan yang paling tepat ialah di DPD, Dewan Perwakilan Daerah…..Ayo semua..yng pro dan kontra ke saya maju DPD..rapatkan bariasam, redam pertentangan negatif demi terwujudnya SUlut menjadi 3 Provinsi…..Tuhan Memberkati. Ayo…suport Prof Dr Lefrand Winston Sondakh, LWS for DPD. Dukung LWS untuk memperjuangkan terwujudnya Provinsi Nusa Utara, Minahasa Raya dan Bolaang Mongondow (Totabuan?).
So terbukti persyaratan so lengkap, cuma butuh 2000 malah skrg 5000 pendukung, berarti prof masih dipercaya……..semoga prof bisa membawa aspirasi masy sulut ke senayan…..bravo prof
Om nyong jangan terlalu ba hemat. Hehehe
masalah prof LWS ba calon adalah hak pribadi. Persoalan prestasi ketika memimpin unsrat itu relatif, karena itu menurut anda, sdangkan menurut org lain bisa saja lain. Jadi hargai saja hak seseorang utk mencalonkan sesuai konstitusi.
Menurut hemat saya hendaknya Prof. LWS jangan membuang waktu mencalonkan diri karena dari kepemimpinan beliau lalu hampir tidak ada hasil positif yang beliau berikan buat UNSRAT.