Berita Utama

Kehadiran Sangat Minim, Perlukah Kantor Dewan Baru??

Kehadiran Sangat Minim, Perlukah Kantor Dewan Baru??
Ruangan-ruangan komisi DPRD Sulut, tidak ada aktifitas sama-sekali (foto beritamanado, Jumat 17/6 siang)

MANADO – Pemprov Sulut merencanakan pembangunan gedung DPRD Sulut yang baru. Pihak dewan langsung merespon dengan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) rencana pembangunan gedung dewan dan trade centre.

Namun melihat kehadiran legislator di kantor dewan selama ini, menurut amatan wartawan, yang rajin tidak melebihi 40 persen. Pertanyaannya, apakah sudah perlu dibangun gedung dewan yang baru?

Pengamat poltik dan kemasyarakatan Sulut, Taufik Tumbelaka menilai, keinginan sebagian besar anggota dewan untuk sebuah gedung baru, tidak sejalan dengan tabiat kehadiran anggota dewan yang sangat minim.

“Ini bukan soal setuju atau tidak setuju. Logikanya, akan dibuat gedung dewan baru, sementara ruangan dewan yang ada sekarang setiap hari lebih banyak kosong daripada terisi. Kalaupun terisi, tidak lebih 40 persen,” ujar Tumbelaka kepada beritamanado, Jumat (17/6) siang tadi.

Sudah menjadi rahasia publik, kebanyakan anggota dewan hanya masuk kantor pada hari Senin hingga Rabu. Hari selanjutnya tidak kelihatan, kecuali ada agenda paripurna atau hearing. Bahkan ada beberapa anggota dewan yang tidak kelihatan berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

Tragisnya, Feronika Ponto, anggota dewan yang baru dilantik dua pekan lalu, lebih sering absen dan jarang masuk kantor. (jry)

 

10 tanggapan untuk “Kehadiran Sangat Minim, Perlukah Kantor Dewan Baru??”

  1. SAPA SURUH NGONI BAPILIH PA DORANG WAKTU PEMILU DULU..
    MAKANYA JANG MAU DI BODOH-BODOHI DENG DORANG ANGGOTA DEWAN YG MEMANG BODOH…………..

  2. mr dolfie berarti ngana setuju dang dorang ja makang gaji buta…
    kasian ngana no dorang so skop ngana pe mulu deng doi stow

  3. wait…wait minta klarifikasi dang, kl Mr. dolfie so paham ttg tatib dprd, jd kl nda ada di kewajiban hadir rutin, bole dang nda hadir berbulan-bulan sperti yg dilansir ini media? begitukah?
    ato bole nda hadir selamanya, kong cuma iko-iko rapat?

  4. aceng, snake, wang, taufik…….kalian ini klu jadi anggota dewan akan lebe soe dari dorang yg duduk skrg…….. kalian tau ndah, utk jadi anggota dewan……; diperas rakyat, diperas yg mengaku tim sukses…… mudah2an kalian berempat bukan dari mrk ygsuka peras calon anggota dewan. Gedung ktr dewan tidak ada relevan dgn tingkat kehadiran anggota dewan, qta dulu tukang protes anggota dewan yg jarang kelihatan di ktr….. ternyata tatib di dprd prov sulut tidak ada kewajiban hadir rutin di ktr…… yg wajib hadir ikut n hadir jika ada und rapat. Rpt hearing, pansus, dll…. sdh itu klu kurang paham kondisi di dewan jgn asal malontok bosbos……klu kalian berempat ikut pemilu aleg thn 2014….. 99% akan gagal…krn hanya modal bicara n doi kosong tobi. dmklah n mari intropeksi diri….dmklah

  5. kita mo lia kwa ini, kl ada satu pun itu dari 60% yang malas2 kong ba kritik or komplein ttg disiplin dan kinerja PNS…..toki jo pa dorang, kong suruh bakaca!!!!

  6. usul kote: gaji2 anggota DPRD lebih baik sesuai dengan dorang pe kehadiran. Kalo kehadiran penuh setiap jam kantor, dorang terima 100% gaji. Kalo kehadiran 70%, gaji 70%. Dan seterusnya.

  7. Banyak kuak anggota DPRD cuma “mancari doi deng proyek” di DPRD. Maar dorang pe hati nurani so mati, nyandak ada rasa malo sama skali malah bangga dorang anggota DPRD, kasiang itu masyarakat yang da pilih pa dorang lantaran dorang pe janji2 nyandak pernah dipenuhi.
    Pemprov deng DPRD kuak ada main mata noh soal pembangunan gedung baru DPRD, gaya2 itu rupa pemerintahan SBY deng DPR skarang noh.
    Coba kuak itu dana2 pembangunan DPRD voor bekeng itu jalan2 di desa2 yg masih tanah/paser, voor bangun itu dermaga di Bunaken supaya layak pake, voor itu pemberantasan eceng gondok di danau TOndano, dll.

  8. Apa perlu terapkan semacam ini bagi 60 % anggota DPR?
    MANADO – Bagi pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Sulut yang sering mangkir dalam mengikuti rapat evaluasi kinerja tanpa alasan yang jelas, maka sanksinya TKD harus dipotong. Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Sulut DrsDjouhari Kansil MPd, dihadapan para pejabat eselon II pemprov yang mengikuti rapat evaluasi kinerja triwulan dua di ruang Mapalus Kantor Gubernur, pekan lalu

  9. Apa uang mereka rajin diambil? atau masuk kator hanya utk ambil gaji dan tunjangan2 termasuk tunjangan tidak hadir?

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara