
“Warga sekitar mengaku kecewa dengan pimpinan proyek tersebut, mereka meminjam alat pompa air warga, katanya akan diganti kalau rusak. Tapi hingga proyek baru mencapai 75 persen saat ingin minta ganti rugi soal pompa air yang rusak, pemimpin proyek malah memanggil anggota Polda Sulut untuk mengancam saya,” ungkap Yanny Rompas, pemilik pompa air.
Selain itu, proyek air bersih yang dikerjakan menggunakan tanggul juga sangat rawan amblas, ditakutkan akan menimpah cukup banyak rumah dibawahnya dan menelan korban jiwa. Untuk itu dimintakan pihak Inspektorat Minsel melakukan pemeriksaan atas proyek PDAM Amurang tersebut.
Dirut PDAM Minsel John Sorongan SE belum berhasil dihubungi hingga berita ini diturunkan. (Sanly Lendongan)
