Kota Manado

Benny Rhamdani Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

Foto: Brani saat mensosialisasikan Empat Pilar di Masjid Baitur Rahim, kemarin.
Senator Brani saat mensosialisasikan Empat Pilar di Masjid Baitur Rahim.

Manado – Dalam kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan yang dilaksanakan oleh Benny Rhamdani, anggota DPD RI perwakilan Sulut yang digelar di Masjid Baitur Rahim Teling, ikut menyentil terkait maraknya kasus korupsi.

Menurut Senator yang akrab disapa Brani ini bahwa, berdasarkan catatan dari KPK ada 113 kepala daerah terlibat korupsi 1492 anggota DPR RI/Provinsi/Kabupaten/Kota terlibat korupsi.

“72% adalah orang-orang yang bergelar sarjana yang menunjukan bobot intelektual. 30% dari mereka itu mengenyam pendidikan agama secara khusus, bahkan dua menteri agama itu kurang apa kalau bicara pengetahuan tentang agama. Belum lagi oknum Polisi, Jaksa, Hakim yang ditangkap karena jual beli kasus, dan banyak kejahatan yang dilakukan oleh mereka,” tutur Brani dihadapan Muslimah dan warga Nahdlatul Ulama.

Akibat korupsi ini, menurut Brani masalah besar yang kedua yang dihadapi bangsa kita adalah menjadi negara penghutang terbesar.

Dikatakannya, hutang luar negeri Rp 3000 Triliun, padahal APBN hanya Rp 2009 Triliun. Jadi hutang luar negeri negara ini melebihi satu tahun APBN. Tambahnya, karena dua masalah ini muncul masalah yang ketiga, Indonesia menjadi negara pengimpor tertinggi.

“Dari tiga masalah ini saya menyimpulkan bahwa ada masalah serius yaitu ada yang salah urus dengan negara ini. Kedua ada yang salah dengan memilih pemimpin. Gimana tidak salah kalau proses demokrasi berbau transaksional, rakyat tidak melihat rekam jejak para calon tapi lebih tergiur pada amplop, yang dibagikan oleh tim sukses,” sindir Brani.

Dikaitkan dengan tema sosialisasi empat pilar hari ini bahwa jelas praktek korupsi yang dipraktekan, dipertontokan oleh penyelenggara negara, ini jelas-jelas mereka bisa dikategorikan tidak hanya penghianat rakyat tapi juga mereka bisa dikategorikan penghianat kesepakatan para Founding Fathers yang membuat perahu bernama Indonesia ini untuk kesebuah pulau yang bernama kesejahteraan.

“Siapapun yang terlibat korupsi mereka adalah penghianat yang membocorkan kapal atau perahu yang bernama Indonesia ini. Yang perahu ini diyakini tidak akan pernah sampai ke pulau yang bernama kesejahteraan adil makmur, tapi perahu yang membawa 248 juta penduduk ini justru akan tenggelam ditengah lautan. Itu tentu tidak hanya menenggelamkan perahu atau kapalnya saja seluruh penumpangnya,” tutupnya.(leriandokambey)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara