Berita Utama

Benny Mamoto Terima Dua Penghargaan Rekor MURI

“Selanjutnya mengenai Museum Manguni, Ide pendiriannya muncul ketika saya melakukan perjalanan ke beberapa negara seperti Jepang, Korea, Thailand, China, Malaysia, Italia dan negara-negara lainnya. Pertama, saya menemukan Museum Owl (Burung Hantu) di Penang, Malaysia, Jepang, Korea, Thailand, berisi koleksi aneka ragam bentuk Manguni (Owl) yang terbuat dari kayu, logam, plastik, kaca, keramik, kain, mata uang kertas dan logam, materei dan sebagainya,” tandasnya.

Benny Mamoto sendiri berpikir, mengapa di Sulawesi Utara, Kabupaten dan Kota lambangnya Manguni, Gereja terbesar GMIM lambangnya Manguni, juga berbagai ormas lambangnya Manguni, tetapi tidak memiliki museum seperti di beberapa negara tersebut.

Disamping itu, Manguni di masyarakat Minahasa merupakan kearifan lokal.

Sebelum ada teknologi, leluhur Minahasa menggunakan bunyi Manguni sebagai petunjuk.

Manguni diberikan tempat yang khusus karena membantu masyarakat dengan memberi petunjuk atau tanda akan terjadinya sesuatu peristiwa.

Sejak saat itu, muncullah ide untuk membangun Museum Manguni ini.

“Saya mulai berburu buku tentang Owl dari berbagai negara sebagai referensi. Saya mulai berburu berbagai koleksi Owl dari seluruh dunia, termasuk koin mata uang Yunani kuno yang bergambar Manguni. Akhirnya isteri dan anak-anak saya serta teman-teman saya ikut membantu berburu koleksi Owl dari berbagai negara. Sampai saat ini baru terkumpul sekitar 1.400 koleksi Manguni,” tutur Benny Mamoto.

Di Museum Manguni, oengunjung akan dapat menyaksikan juga meja dan kursi dengan design Manguni.

“Untuk mengedukasi generasi muda, maka saya dibantu tim untuk mulai mengumpulkan data dan informasi tentang persebaran Owl di dunia, spesiesnya, pelestariannya, dan sebagainya,” katanya.

Disamping itu, ditemukan hal yang menarik bahwa ada sekitar 130 kota di dunia menggunakan lambang Owl.

Banyak pengunjung yang tertarik dengan lambang-lambang kota di dunia ini, karena bila dibandingkan dengan lambang Kabupaten dan Kota di Sulawesi Utara maka sesungguhnya kita sejajar dengan 130 kota di dunia tersebut.

Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Masyarakat Sulawesi Utara.

Pusat Kebudayaan Sulawesi Utara “Pa’Dior berlokasi di Jl. Pinabetengan, Tompaso Barat Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Nama “Pa’dior” (Bahasa daerah Tontemboan) artinya terdepan atau terutama, atau bisa dimaknai sebagai pelopor.

Di lokasi “Pa’dior” pengunjung dapat melihat 4 (empat) museum yaitu Museum Wale Anti Narkoba, Museum Manguni, Museum Budaya Pinawetengan dan satu museum yang berisi koleksi rekor yang diberi nama Museum Rekor Benny J Mamoto.

Di Museum Rekor Benny J Mamoto, pengunjung akan menyaksikan ada 7 (tujuh) rekor dunia Guinness World Records dan ada 32 (tiga puluh dua) rekor MURI, dimana hal itu menjadi yg terbanyak di Indonesia.

Di area Pa’dior pengunjung akan menyaksikan 3 (tiga) wujud Guinness World Records berupa Terompet Kontra Bass terbesar di dunia yang dapat dibunyikan, Kolintang Raksasa terbesar di dunia, dan Kain Tenun Pinawetengan terpanjang.

Oleh sebab itu, tambahan 2 (dua) rekor MURI hari ini maka koleksi Museum Rekor Benny J Mamoto akan bertambah menjadi 34 (tiga puluh empat).

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara