Bagian utara berbatasan dengan Filipina dan Kabupaten Kepulauan Talaud, Timur dengan Samudera Pasifik, Selatan dengan Kabupaten Kepalauan Sitaro, Barat dengan Laut Sulawesi.
Luas wilayah Kabupaten Sangihe yaitu 11.863,58 Km2, terdiri dari 736,98 Km2 (6,2%) daratan dan 11.126,61 Km2 (93,8%) luas laut.
Jarak Tahuna dengan Jakarta adalah ±1.267 mil laut, dengan Manado ±135 Mil laut, jarak dengan General Santos (Filipina) ±128 Mil laut dan jarak dengan Davao City (Filipina) ± 159 mil laut.
Kabupaten kepulauan Sangihe mempunyai potensi kekayaan sumber daya perikanan dan perkebunan yang melimpah.
Jenis ikan yang memiliki ekonomi dan gizi tinggi adalah jenis ikan pelagis dan demersal.
Ikan pelagis merupakan kelompok ikan di lapisan permukaan air, memiliki ciri utama yaitu beraktifitas bergerombol dan melakukan migrasi.
Jenis ikan demersal merupakan ikan yang hidup di dasar laut, seperti lumpur, pasir dan bebatuan.
Data dari pemerintah kabupaten kepulauan Sangihe tahun 2020 produksi perikanan tangkap jenis ikan pelagis besar mencapai 1.638,86 ton, ikan pelagis kecil sebanyak 8.525,94 ton dan demersal 67,48 ton.
Jenis ikan pelagis besar hasil tangkapan meliputi ikan Tuna dan Cakalang.
Sedangkan jenis ikan pelagis kecil meliputi ikan Tongkol, Layang dan Selar.
Untuk jenis ikan demersal meliputi ikan Kerapu, Kakap dan Seremia.
Selain itu, komoditas dari sektor perkebunan menunjukkan hasil yang menggembirakan, terlihat dari produksi tanaman Kelapa mencapai 23.955,50 ton, tanaman Pala mencapai 4.285,50 ton serta tanaman Cengkih 1.878,73 ton.
Dari segi pelayanan kepabeanan, kabupaten Kepulauan Sangihe berada di wilayah pengawasan kantor Bea dan Cukai Manado.
Dimana Bea dan Cukai memiliki 2 (dua) kantor bantu di Kabupaten Sangihe, yaitu Kantor Bantu Tahuna dan Kantor Bantu Marore.
Sehingga tidak ada masalah terkait prosedur kepabeanannya karena selama ini Bea dan Cukai juga telah melayani kegiatan impor dan ekspor.
“Bea dan Cukai siap dalam mendukung terlaksananya kegiatan ekspor langsung dengan memfasilitasi para pelaku usaha berupa sosialisasi dan asistensi, serta akan terus berkoordinasi dengan Pemda serta instansi terkait,” tutur Awan.
Diharapkan dengan adanya kunjungan kerja ini, impian untuk melakukan ekspor langsung dari Kabupaten Kepulauan Sangihe ke Filipina akan segera terwujud.
Sehingga akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar yang pada gilirannya untuk pemulihan ekonomi nasional.
