
Manado, BeritaManado.com – Jajaran Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) bersama dengan Bea dan Cukai Manado melakukan kunjungan kerja ke Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Kunjungan kerja kali ini bertujuan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat dalam menggali sumber daya alam yang memiliki potensi untuk diekspor langsung dari Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Kunjungan kerja ini dipimpin oleh Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara, Awan Jogyantoro, dan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Melanchton Harry Wolffdi di ruang kerjannya, Kamis (3/6/2021).
“Kedatangan ini sebagai bentuk koordinasi sekaligus pemantauan perkembangan inisiatif pembukaan konektivitas laut rute Sangihe-General Santos,” ungkap Awan Jogyantoro.
Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe mengungkapkan keinginannya untuk dapat melakukan kegiatan ekspor impor secara langsung, karena akan sangat bermanfaat untuk masyarakat sekitar.
Serta untuk meningkatkan pendapatan daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe maupun penerimaan negara.
Dan juga, didukung oleh strategisnya lokasi Tahuna dalam jalur pelayaran, karena lokasinya dekat dengan Davao dan General Santos, Filipina.
Beberapa waktu lalu, Bupati Kepulauan Sangihe mempunyai inisiatif melakukan pembukaan konektivitas Sangihe-General Santos dan merupakan tindak lanjut dari arahan Wakil Menteri Luar Negeri mengingat bahwa Sangihe berlokasi di antara Bitung-General Santos/Davao.
Dan jarak dengan General Santos dapat ditempuh selama 6-8 jam dengan kapal, sehingga Sangihe dapat diusulkan menjadi bagian dari rute Bitung-Davao.
Inisiatif ini juga sejalan dengan Peraturan Presiden nomor 109 tahun 2020 tentang Proyek Strategis Nasional (PSN) dimana Sulawesi Utara ditetapkan menjadi salah satu super hub di Indonesia.
Saat ini Pelabuhan Tahuna masuk dalam Gerai Maritim Tol Laut dengan rute Surabaya-Bitung-Tahuna dan Surabaya-Makassar-Tahuna.
Untuk mengangkut barang kebutuhan pokok dengan muatan balik dari Tahuna paling banyak berupa ikan beku, kayu kelapa dan cengkih.
Kapal operasional yang rencananya akan digunakan dalam rute Sangihe-General Santos adalah kapal combo dengan nama KM Tampungang Lawo yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Sangihe dengan kapasitas 328 GT.
Berdasarkan data dari Bea Cukai Manado, selama tahun 2019-2020 ekspor barang dari wilayah Sangihe, Talaud, Sitaro mencapai 28.806.454,76 Kg, dengan total FOB USD 210.653.414,09.
Dengan komoditas rempah-rempah namun ekspor ini masih melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan Tanjung Perak, Surabaya.
Adapun saat ini ekspor langsung ke Filipina dengan perahu kecil berupa rokok ke Filipina sebanyak 1.359.765,5 kg dengan total FOB USD 9.089.115, yang berasal dari Malang, Kudus dan Sidoarjo dan pemuatannya dilakukan di Pelabuhan Petta, Tahuna.
Sebagai gambaran secara geografis Kepulauan Sangihe terletak di utara pulau Sulawesi dan selatan kepulauan Mindanao (Filipina), memiliki 105 pulau (26 berpenghuni, 79 tidak berpenghuni).
Terdiri atas 15 Kecamatan, 22 Kelurahan dan 145 Kampung.
