
Jakarta – Harga cengkih yang sempat menukik hingga hampir menyentuh Rp80.000 per kilogram menggerakkan langkah pemerintah provinsi dan DPRD Sulut untuk memperjuangkan harga cengkih naik hingga ke pemerintah pusat.
Sekretaris Komisi 2 DPRD Sulut, Rocky Wowor mengatakan, pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan merespon keluhan petani dan akan mencari solusi secepatnya. Hal tersebut terungkap pada pertemuan dengan pejabat Kementerian Perdagangan RI, Rabu (5/10/2016) pagi.
“Rabu tadi sekitar jam 10 pagi, bersama pejabat dinas perkebunan, perindustrian dan perdagangan kami dari Komisi 2 menyampaikan aspirasi petani cengkih Sulawesi Utara yang diterima Sekretaris Dirjen Kementerian Perdagangan. Tindak-lanjut dari aspirasi itu akan diputuskan dalam waktu tidak terlalu lama,” jelas Rocky Wowor kepada BeritaManado.com, Rabu (5/10/2016) malam.
Lanjut anggota F-PDIP dapil Bolmong Raya ini, pemerintah dan DPRD akan terus berupaya agar kedepan harga cengkih kering tidak dibawah Rp.100.000 per kilogram.
“Karena 92 persen rokok yang beredar di Indonesia adalah rokok kretek yang menggunakan cengkih sebagai bahan baku maka seharusnya pabrik rokok mengutamakan membeli cengkih petani lokal tentu pemerintah pusat harus menghentikan import cengkih dari negara lain. Pemerintah pusat campur tangan agar cengkih menjadi komoditas strategis, supaya pemerintah bisa menetapkan acuan harga dasar,” terang Wowor. (jerrypalohoon)
