Manado – Kedatangan anggota DPRD Bolmong mendampingi tim pemekaran selain membawa aspirasi pemekaran pembentukan Kabupaten Bolmong tengah ke DPRD Sulut, Kamis (4/4) sore, juga untuk melaporkan sejumlah proyek pembangunan ‘bermasalah’ di Bolmong.
Benny Rhamdani dan Raski Mokodompit yang menerima aspirasi tersebut mendorong para tokoh agama di Bolmong untuk melakukan invetarisasi proyek-proyek yang diduga bermasalah.
“Berkaitan laporan proyek dari balai sungai dan dinas pekerjaan umum provinsi yang dilaporkan banyak bermasalah, saya minta dibuatkan inventarisasi untuk memudahkan pelaporan nanti,” ujar Rhamdani yang didampingi Raski Mokodompit.
Keduanya berjanji akan membantu masyarakat Bolmong untuk membawa dugaan kasus korupsi proyek ini ke ranah hukum. “Semua pekerjaan yang tidak beres, berbau korupsi silahkan laporkan secara tertulis ke DPR provinsi, dan kita akan mendorong itu ke polisi dan kejaksaan. Kita akan berkoordinasi dengan polisi dan kejaksaan untuk membongkar praktik-praktik kejahatan yang dilakukan para kontraktor,” tegas Rhamdani. (Jerry)
