Program Pemberdayaan Perkuat Bantuan Sembako dan PKH
Selain menyalurkan bansos, pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan berupa program pemberdayaan bagi keluarga penerima manfaat. Kebijakan ini merupakan bagian dari paradigma baru yang mengusung konsep “Bansos Sementara, Berdaya Selamanya.”
“Nah setelah diterima oleh mereka yang berhak, akan ditindaklanjuti dengan program pemberdayaan. Ini yang baru dari Pak Presiden Prabowo, jadi tidak hanya diberi bansos, tapi kita kuatkan dengan pemberdayaan, sehingga keluarga-keluarga ini nanti terukur bisa naik kelas,” kata Gus Ipul.
Kementerian Sosial menargetkan lebih dari 150 ribu KPM mengikuti program pemberdayaan sepanjang tahun ini.
Harapannya, pada tahun berikutnya mereka mampu mandiri sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan sosial.
“Kita harapkan mereka tahun berikutnya nanti sudah tidak menerima bansos lagi, tapi mengembangkan usaha yang hasilnya lebih besar daripada mereka yang menerima bansos,” jelasnya.
Gus Ipul menambahkan, bentuk pemberdayaan akan disesuaikan dengan hasil asesmen terhadap masing-masing keluarga penerima.
Program tersebut meliputi peningkatan keterampilan, penguatan akses, hingga penambahan aset usaha sesuai kebutuhan.
“Ya kita coba apanya dulu, (misal) mereka butuh peningkatan keterampilan atau mereka butuh tambahan aset, tempat untuk usaha misalnya, atau mungkin juga yang ketiga aksesnya dibuka, mungkin dikerjasamakan dengan banyak pihak,” pungkasnya.
Dengan penyaluran Bansos PKH cair Juli yang dibarengi program pemberdayaan, pemerintah berharap bantuan tidak hanya memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi jalan bagi keluarga penerima untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
