
BITUNG—Jika dilihat sepintas, bangunan Rusunawa Tangkoko di wilayah Manembo-nembo tampak masih baru dan kokoh. Namun jika dicermati, bagungan lima lantai tersebut rupanya mulai mengalami kerusakan dimana-mana, padahal usianya belum genap setahun.
Buktinya, menurut pegakuan sejumlah penghuni Rusunawa Tangkoko, konstruksi bangunan tersebut kini sangat memprihatinkan. Pasalnya dua gedunga Rusunawa yang sudah dihuni sejak bulan Mei 2011 lalu, sekitar 85 persen mengalami kebocoran.
“Hampir semua kamar, baik dari lantai lima hingga satu mengalami kebocoran. Hal ini dikarenakan rembesan air dari atap yang tembus ke kamar lantai lima hingga lantai satu,” kata salah satu penghuni, Maradona Onta.
Onta sendiri mengaku, rembesan tersebut sangat membuat tidak nyaman. Karena kamar lembab, belum lagi jika hujan maka pasti volume rembesan air meningkat.
“Kami sudah beberapa kali menyampaikan masalah ini ke pihak pengelola namun belum juga ada tanggapan, apalagi perbaika,” katanya.
Hal senada juga dikatakan penghuni lain, yakni Yossi Pati, Jemmy Anis, Melky Tumiwa dan Yodie Rosang yang juga mengeluhkan masalah rembesan air. “Pihak PD Bangun Bitung selaku pengelola saat kami temui mengatakan tak bisa berbuat apa-apa soal keluhan kami,” ujar Pati.
Para penghuni Rusunawa Tangkoko ini snediri berharap ada perhatian dari Pemkot Bitung dan DPRD. Karena menurut Onta, sampai saat ini pihak Pemkot maupun DPRD belum pernah mengecek fasilitas yang dihibahkan pemerintah pusat kepada pemda.
“Kami kuatir, proses pembangunan Rusunawa beberapa waktu lalu tidak sesuai dengan bestek dan asal jadi. Mengingat proyek tersebut merupakapan proyek pusat jadi pengawan tidak pernah dilakukan,” ujar Onta.(en)
