Agama dan Pendidikan

Ayub yang tidak berdosa diijinkan Tuhan menderita

Tombulu – Ibadah HUT GMIM Alfa-Omega Rumengkor ke-132, Minggu (14/6/2015) pagi, berlangsung sederhana namun hikmat. Ibadah dipimpin ketua jemaat Pdt Franky Paul Wenang Apouw STh.

Pembacaan Alkitab, Ayub 5: 17-18, Elifias menegur Ayub dan
Kolose 1: 19-23, Keutamaan Kristus.

Dijelaskan Pdt Apouw, ketika Ayub hidup dalam kemakmuran dan kedamaian, atas seijin Tuhan, iblis menggoda Ayub. Ayub menderita dan sengsara, semua hilang, harta benda dan orang-orang yang dia sayangi.

Ayub menderita penyakit luar biasa, seluruh tubuhnya luka, semua dagingnya meleleh. Sehingga penampakkannya sangat memiriskan hati. Teman-temannya bahkan mengatakan Ayub telah berdosa, hidup tidak melakukan kehendak Tuhan sehingga Ayub menderita.

“Padahal, Ayub tidak sekalipun meninggalkan Tuhan. Bicara kesetiaan dan pengorbanan maka Ayub adalah simbol dari kesetiaan umat percaya kepada Tuhan”, tutur Pdt Franky Apouw.

Lanjut Pdt Apouw, sejarah perjalanan bangsa Israel menuju tanah Kanaan. Tuhan menegur, mengajar dan meng’ajar mereka. Salah-satu teguran Tuhan melalui penyakit dan kematian bangsa Israel.

“Pembacaan Alkitab mengajarkan kita setia dalam didikan dan ajaran Tuhan. Ayub yang tidak ada catatan dosa sekalipun tapi diijinkan Tuhan mengalami penderitaan.

Kita diajar dan dididik Tuhan. Masing-masing manusia diajarkan memikul salib sendiri. Memikul tugas dan tanggungjawabnya.

Sungguh mulia pendiri gereja Tuhan. Untuk mengajarkan jemaat tentang kabar keselamatan Allah. Mengajar umat takut Tuhan. Takut Tuhan adalah permulaan pengetahuan”, ujar Pdt Apouw.

Ibadah diakhiri pemasangan dan peniupan lilin HUT mewakili mantan pelayanan khusus Wempie Waworuntu dam pemerintah desa Pnt Johny Lengkong, didampingi Pdt Franky Apouw. (jerrypalohoon)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara