Iblis masih nekat coba-coba menggoda Yesus dengan strategi hoaks-nya. Bahkan iblis pun berani kurang ajar dengan mengutip-ngutip ayat dalam upayanya mengelabui Nabi Isa.
Pertama dengan godaan harta, lalu iming-iming soal kekuasaan, dan akhirnya uji kesombongan. Mengenai ini ada tertulis di kitab Injil Lukas pasalnya yang keempat.
Iblis tak segan-segan untuk mengutip ayat suci. Dan tentang soal mengutip-ngutip ayat secara serampangan dengan dibumbui berita editan kita jadi teringat peristiwa-peristiwa kontemporer, dalam konstelasi sosial-politik kita sekarang.
Pembohongan publik, politik uang, korupsi, konspirasi bancakan uang rakyat, dan sejenisnya. Semua itu bentuk-bentuk kejahatan penipuan, pengelabuan.
Rupanya peristiwa serupa sudah ada studi kasusnya dahulu di masa kejatuhan manusia ke dalam dosa. Hoaks, menebar kabar bohong demi ambisi harta, kuasa dan kesombongan adalah kerjaan utama iblis. Sejak awal mula.
Lalu bagaimana?
Berdoalah dan berjaga-jagalah (artinya selalu waspada dan kritis) supaya kita tidak jatuh dalam pencobaan.
Penulis: Andre Vincent Wenas
Sekjen Kawal Indonesia – Komunitas Anak Bangsa.
