MANADO – Banyaknya persoalan di Gerakan Angkatan Muda Kristen (GAMKI) di kabupaten/kota di Sulut pasca Konfercab, ditanggapi Arnold Dimpudus, seorang diantara senior GAMKI Sulut.
Menurut Arnold, semua persoalan GAMKI yang menyeruak di kabupaten/kota merupakan bagian dari perbedaan tafsir terhadap aturan dan ketentuan yang ada. Karena itu, persoalan ini harus diselesaikan secara baik-baik oleh seluruh pengurus GAMKI di Sulut.
”Saya sarankan sebelum Kongres GAMKI di Jakarta, semua persoalan sudah ada solusi,” ujarnya, Selasa (12/04).
Seandainya ada beberapa persoalan tidak terselesaikan, kata Arnold, maka itu akan menjadi pembahasan di Kongres GAMKI di Jakarta yang akan berlangsung bulan Mei. (abm)

Jangan berdoa waktu malam, nanti amin pagi-pagi, itupun setelah didahului dengan mencari sandal.
Pengurus GAMKI di semua aras, jangan lupa berdoa. Moto GAMKI: ORA ET LABORA. Bekerja dan Berdoa.
ketua GAMKI sulut hrs berani melaksanakan pleno sebelum kongres, jgn cuma diam rupa nda ada gerakan, namanya gerakan atau so ganti gesekan….
Yang paling penting, GAMKI itu, adalah gerakannya ANGKATAN MUDA, bukan ANGKATAN MANULA. Kalau bisa yang masuk pengurus, adalah mereka yang berusia paling tinggi 25 tahun.
Beda tafsir, beda ilmu, atau beda map for basimpang berkas?