Olahraga

Antusiasme Penggemar Basket di Indonesia Sambut Kerja Sama Stephen Curry dan Li-Ning

Laporan Euromonitor untuk pasar sportswear Indonesia menunjukkan bahwa pasar masih didominasi Adidas, Nike, dan Skechers. Adidas bahkan hanya memiliki pangsa sekitar 4 persen karena pasar Indonesia sangat terfragmentasi. Nama Li-Ning tidak masuk daftar pemain utama, mengindikasikan bahwa pangsa pasarnya masih relatif kecil dibanding merek-merek besar global.

Meski demikian, kesepakatan jangka panjang antara Stephen Curry dan Li-Ning tahun ini diperkirakan akan meningkatkan penjualan kategori basket di pasar internasional, termasuk Asia Tenggara. Indonesia merupakan salah satu pasar basket terbesar di kawasan, sehingga berpotensi menjadi target ekspansi Li-Ning di masa depan.

Secara proyeksi, lini sepatu basket Curry diperkirakan bisa menembus lebih dari 600.000 pasang per tahun. Dengan harga rata-rata sekitar 1.000 yuan per pasang, potensi pendapatan dari sepatu ini saja bisa mencapai sekitar 600 juta yuan per tahun.

Selain pasar sepatu, kolaborasi ini juga berpotensi berkembang ke kategori lain, seperti golf, dengan memanfaatkan basis penggemar Curry yang mencapai sekitar 150 juta orang secara global, termasuk pasar besar di China.

Kalangan analis menilai kerja sama ini sebagai titik balik penting bagi divisi basket Li-Ning yang sempat melemah pada 2025. Menurut Sinolink Securities, ada ekspektasi pertumbuhan kembali pada 2026, didorong oleh peningkatan citra merek, efisiensi edukasi pasar luar negeri, dan peluang yang lebih besar untuk masuk ke kanal ritel utama di Eropa dan Amerika Utara.

Sumber: Kantor Berita Xinhua | Dipublikasikan atas kerja sama dengan BeritaManado.com.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara