MANADO – Transaksi dan deal-deal nilai di beberap fakultas yang ada di lingkungan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado sudah menjadi rahasia umum. Ungkapan ini diutarakan oleh salah satu alumni dengan inisial DR di lingkungan Unsrat.
“Biasanya kalau sesudah dilaksanakannya Ujian Akhir Semester (UAS), di beberapa fakultas yang ada di Unsrat sering terjadi transaksi nilai antara dosen dan mahasiswa bahkan ada juga staff yang ada dibidang akademik sering menjadi mafia nilai sebelum yudisium,” paparnya kepada beritamanado.
Menurutnya, bahwa memang di lingkungan kampus transaksi tersebut sering diawali melalui keinginan mahasiswa, tapi seharunya dosen juga mampu menjaga kredibilitasnya sebagai seorang abdi yang tanpa tanda jasa.
“Apa jadinya kalau permintaan mahasiswa terkait dengan hal-hal yang berbentuk skandal akademik lalu dikabulkan oleh dosen? Ini kan tidak wajar, dan sebenarnya hal ini telah selalu terjadi,” tuturnya sembari berharap agar ada tim yang dibentuk oleh bidang akademik dalam menginvestigasi hal-hal seperti ini.
“Janganlah nodai barometer pendidikan di Sulut ini. Seharusnya kami sebagai alumni berharap agar Unsrat mampu menjadi contoh dalam pemberantasan anti nyontek dan anti plagiat seperti yang dikampanyekan oleh Rektor, Prof. DR. Donald Rumokoy, SH. MH akhir-akhir ini,” sarannya. (jk)
