
Bitung – Data WHO tahun 2010 menyatakan Indonesia merupakan negara dengan angka “tranmisi tinggi” yang mencapai 37 persen untuk infeksi malaria. Penyakit Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) masih endemis di Indonesia dan Indonesia masih dicap sebagai negara dengan risiko tinggi penularan DHF.
Hal itu terungkap dalam Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) yang dihadiri Walikota Bitung, Hanny Sondakh, Minggu (23/3/2014) di Grand Kawanua Convention Center bersama Sekertaris Daerah Kota Bitung, Edison Humiang. Rakernas ini dibuka Menteri Kesehatan RI, dr Nafsiah Mboi SpA MPH yang juga dihadiri Gubernur Sulawesi Utara, Sinyo H Sarundajang.
Menurut Sondakh, Rakernas digelar dengan tujuan saling berbagi informasi terkait pembangunan kesehatan nasional dengan cara yang interaktif, tatap muka langsung dan berdiskusi. Juga sebagai ajang memperkenalkan program yang berinovasi sehingga menjadi contoh bagi daerah yang lain, selain sebagai wahana ramah tamah sertabersilaturahmi antar pemangku kesehatan di Indonesia.
“Yang melatar belakangi kegiatan ini diantaranya adanya permasalahan kesehatan di Indonesia yang masih yang didominasi oleh masalah kesehatan akibat bencana alam, terjadinya penyakit infeksi yang masih tinggi, kematian bayi dan ibu melahirkan yang masih tinggi dan penyakit non infeksi yang angka kejadiannya terus bergerak naik semisal obesitas, diabetes dan kanker,” jelas Sondakh.
Rakernas ini berlangsung dari tanggal 23-26 Maret 2014 dan di hadiri peserta dari berbagai provinsi wilayah Timur Indonesia yakni Sulawesi, Maluku dan Papua.(*/abinenobm)
