Bitung – AP alias Agus nyaris jadi bulan-bulanan puluhan sopir AKDP Kota Bitung, Kamis (12/9) pagi sekitar pukul 7.30 Wita. Warga Perum Rizky Maumbi Minut atau belakang Denzipur Minut ini mengaku sebagai anggota TNI ketika puluhan sopir AKDP menggelar rasia taxi gelap di depan Sari Plaza Manembo-nembo.
Menurut salah satu sopir AKDP, ketika diberhentikan Agus tidak terima dan mengaku jika anggota TNI yang bertugas di Minut. Para sopir sempat kaget namun mengingat Agus sudah beberapa kali diintai para sipir AKDP mengangkut penumpang tiap hari para sopir menghubungi Densuspom VII Kota Bitung.
“Sambil menunggu Densuspom datang kami meminta Agus untuk menunjukkan kartu anggota, tapi ia membalas dengan gertakan,” kata salah satu sopir.
Dan benar saja, ketika anggota Dasuspom datang dan menanyatakan kartu anggota Agus, ia mulai gelagapan. Karena apa yang diminta petugas tak dimilikinya dan ia mengaku jika bukan anggota TNI.
Sontak saja puluhan sopir hendak mengeroyok Agus, namun berkat kesigapan petugas Dasuspom aksi tersebut tidak sampai terjadi. Ia kemudian dibawa petugas Dasuspom untuk diinterogasi.
Sementara itu, Komandan Densuspom VII Kota Bitung, Lettu Budi Utomo mengatakan, hasil pemeriksaan, Agus tidak membawa identitas apapun. “Kami melakukan pemeriksaan selama 8 jam sambil menunggu keterangan dari keluarga karena dia tak membawa identitas apa-apa,” katanya.
Utomo menyatakan, Agus bukan anggota TNI, tetapi hanya sopir biasa yang setiap hari mengangkut penumpang menggunakan mobil Xenis warna metalik. Dan atas perbuatan Agus, Utomo memintanya membuat pernyataan ditandatangani Kepala Terminal Tangkoko, Abdi Warouw dan dua orang saksi.
“Saya himbau kepada masyarakat yang menemukan praktek-praktek angkutan ilegal serupa segera dilaporkan terutama yang mengaku sebagai anggota Polri atau TNI,” katanya.(abinenobm)
