Politik dan Pemerintahan

Amurang Juga Seharusnya Ada Pujasera

Amurang Juga Seharusnya Ada Pujasera
Amurang, bagaikan kota mati.

Amurang—Ibukota Minahasa Selatan, Amurang harus memiliki pusat jajan serba ada (Pujasera). Sebab, Amurang yang identik dengan kota mati. Maka, Pemkab Minsel harus komit dengan membangun tempat-tempat makan hingga malam hari.

Demikian kata tokoh masyarakat Minsel, Drs Ferry Mohede, saat berbincang-bincang dengan beritamanado.com di RM Topas, siang tadi.

Kata Mohede, bahwa pemerintah harus mendapatkan pengusaha untuk membangun Pujasera. ‘’Artinya, dengan Pujasera dipastikan Amurang tidak disebut kota mati. Sebab, Amurang juga masih belum aman. Sebagai contoh, depan SPBU harus ada Pujasera. Dermaga Amurang juga harus dibangun Pujasera atau lainnya. Atau pula, tempat-tempat keramaian lainnya di Amurang harus dibangun, supaya malam hari Amurang masih terlihat ramai,’’ ujar Mohede.

Menurut mantan birokrat di Kabupaten Bolaang Mongondow ini, bahwa Amurang sangat dikenal luas. Sayangnya, Amurang yang dikenal ini hanya siang hari yang ramai.

‘’Sedangkan malam harinya, Amurang seperti kota mati. Sebetulnya saya enggan sebut demikian, tetapi semuanya nyata. Ini bukan dibuat-buat adanya. Olehnya, akankah Bupati Christiany Eugenia Paruntu dan jajarannya bisa mendapatkan investor atau pengusaha untuk membangun Pujasera atau Mini Market lainnya di Amurang. Supaya, Amurang tidak disebut kota mati,’’ ungkap Mohede mengusulkan. (and)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara