Ragam

Alamak! Plastik Kini Ditemukan di Rahim Ibu Hamil Indonesia, Apa Dampak ke Janin?

Alamak! Plastik Kini Ditemukan di Rahim Ibu Hamil Indonesia, Apa Dampak ke Janin?
Ilustrasi mikroplastik di janin ibu hamil (Pixabay/Pexels)

Bogor, BeritaManado.com — Bayangkan bahwa plastik, entah bagaimana caranya, bisa masuk ke dalam tubuh lewat bentuk yang paling mengerikan?

Lupakan sejenak soal berita penyu yang tersedak sedotan atau pulau sampah di tengah samudra.

Kali ini, ancamannya sudah mengetuk pintu rumah, bahkan masuk ke ruang paling pribadi dan sakral seorang wanita, yakni rahim.

Sebuah temuan ilmiah terbaru dari dalam negeri, berhasil membuat banyak pihak terbelalak.

Dilansir dari Suara.com jaringan BeritaManado.com, para peneliti menemukan jejak mikroplastik di dalam cairan ketuban dan urin ibu hamil di Indonesia.

Ini bukan sekadar statistik lingkungan, tapi ini bisa menjadi peringatan keras bahwa tubuh, tempat kehidupan baru bermula, sedang disusupi oleh “sampah abadi” ini.

Lewat Mana “Penyusup” Ini Masuk?

Hasil riset tersebut lantas menimbulkan pertanyaan, “Kok bisa sampai masuk ke dalam sana?”

Dr. Ganot Sumulyo, Sp.OG, dosen Fakultas Kedokteran IPB University, membedah rute perjalanan senyap si mikroplastik ini.

Ternyata, mereka punya “tiket masuk” lewat kebiasaan kita sehari-hari:
Udara yang Kita Hirup (Jalur Utama): Tanpa sadar, partikel mikroplastik super kecil beterbangan di sekitar dan terhirup masuk ke paru-paru, lalu menyusup ke aliran darah.
Makanan dan Minuman: Ingat wadah plastik makanan panas atau botol air kemasan yang sering kita pakai? Panas bisa melepaskan partikel mikroplastik yang akhirnya ikut tertelan bersama makanan lezat kita.
Produk Perawatan Kulit: Meski risikonya lebih kecil, apa yang kita oleskan ke kulit yang mengandung mikroplastik juga bisa menjadi pintu masuk tambahan.

Benteng Pertahanan Terakhir pun Jebol

Dulu, kita mengira plasenta adalah filter super canggih yang tak tertembus, sebuah benteng yang menjamin janin aman dari racun dunia luar. Sayangnya, fakta berkata lain.

“Mikroplastik bahkan telah ditemukan pada plasenta manusia, mekonium (kotoran pertama bayi), dan jaringan janin,” ungkap dr. Ganot.

Kalimat ini menyiratkan kenyataan pahit bahwa paparan polusi ini sudah terjadi sejak bayi belum sempat menghirup napas pertamanya.

Seberapa Bahaya untuk Si Kecil?

Tentu saja, kehadiran benda asing di tempat yang seharusnya steril bukan tanpa risiko.

Para ahli khawatir ini bisa memicu berbagai masalah serius bagi calon bayi:

  • Memicu peradangan dan stres oksidatif (kerusakan sel) pada janin.
  • Mengganggu aliran nutrisi penting dari ibu ke janin.
  • Potensi dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
  • Mengacaukan hormon karena bahan kimia tambahan pada plastik seperti BPA dan phthalates.

Tantangan Bagi Generasi Mendatang

Dr. Ganot menegaskan poin yang sangat penting: masalah ini sudah bergeser.

Ini bukan lagi sekadar isu “cintai bumi”, tapi isu kesehatan reproduksi.

Kualitas kesehatan anak-anak di masa depan sangat bergantung pada seberapa bersih lingkungan rahim ibunya saat ini.

Apa yang dilakukan hari ini, dampaknya akan ditanggung oleh mereka yang belum lahir.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara