
Sangihe, BeritaManado.com – Suara tegas wartawan menggema di halaman Kantor PSDKP Tahuna, Selasa (30/9/2025).
Sekitar lima puluh jurnalis dari berbagai media menggelar aksi solidaritas sebagai respons atas dugaan tindak kekerasan terhadap seorang rekan mereka pekan lalu.
Dalam aksi tersebut, Koordinator Lapangan Asril Tatande menyampaikan orasi lantang. Ia menilai tindakan yang menimpa wartawan tidak hanya mencederai individu, tetapi juga melukai prinsip kebebasan pers.
“Kami mendesak Kementerian Kelautan dan Perikanan segera mencopot Kepala Stasiun PSDKP Tahuna,” ujarnya.

Selain menuntut pencopotan, massa juga meminta Martin Luhulima, Kepala PSDKP Tahuna, untuk memberikan penjelasan terbuka serta menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Namun hingga aksi berakhir, Martin tak terlihat di lokasi.
Seorang staf, Prasetyo, hanya mengatakan bahwa pimpinannya sedang berada di Jakarta.
“Aspirasi rekan-rekan wartawan akan kami teruskan ke pusat,” ungkapnya singkat.
Absennya Martin membuat kecurigaan semakin kuat di kalangan jurnalis. Mereka menilai ketidakhadiran itu sebagai upaya menghindar dari desakan publik.
“Kalau memang tidak bersalah, seharusnya beliau hadir dan bicara jujur. Menghadapi pers butuh keterbukaan, bukan menghilang,” kata salah seorang wartawan.

Latar belakang aksi ini berawal dari kejadian pada Kamis, 25 September 2025. Seorang wartawan media online yang datang ke Kantor PSDKP Tahuna untuk mencari informasi justru mengaku mendapatkan perlakuan kasar hingga diduga dianiaya. Peristiwa itu memantik kemarahan dan solidaritas dari komunitas pers di Sangihe.
Bagi para wartawan, persoalan ini bukan sekadar dugaan penganiayaan, tetapi juga menyangkut integritas pejabat publik. Mereka menegaskan bahwa pejabat negara wajib menjawab langsung keresahan publik, bukan bersembunyi.
“Ketidakhadiran Kepala PSDKP justru memperbesar tanda tanya,” tegas Asril.
Aksi damai berlangsung tertib dan mendapat pengamanan dari aparat kepolisian serta TNI. Hingga siang hari, massa tetap menyuarakan tuntutan, menegaskan bahwa intimidasi terhadap jurnalis tidak akan pernah dibiarkan terjadi di Bumi Sangihe.
(IvAnXaverius)
