Alhasil, para anak langsung riang gembira mengerubuti Mensos agar mendapat mainan.
Tak lupa pula, Mensos Risma mengecek dapur umum Kemensos yang terpusat di Sentra “Tumou Tou” di Manado.
Dapur umum, yang dikelola personel Tagana Kota Manado dan Bitung ini, membantu memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak pasca bencana.
Bencana banjir yang terjadi Jumat (27/1/2023) lalu merendam lebih dari 400 rumah dan berdampak pada ribuan kepala keluarga (KK).
Sebanyak lima orang dinyatakan meninggal dunia, satu terseret arus sungai, dan empat tertimbun longsor.
Berdasarkan data dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA), ratusan rumah yang terendam banjir tersebar di 34 desa/kelurahan dan 9 kecamatan.
Sementara, bencana tanah longsor, berdampak pada 63 KK yang tersebar di 22 desa/kelurahan dan 7 kecamatan di Manado.
Perbaikan Fasilitas Rumah Relokasi

Pada kunjungan di Kota Manado, Selasa (31/1/2023), Mensos Tri Rismaharini bersama Wali Kota Manado Andrei Angouw berdialog terkait beradaan rumah relokasi khusus untuk masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan rawan longsor.
Sebagai informasi, rumah relokasi tersebut dibangun di Kelurahan Pandu, Kecamatan Bunaken Kota Manado, dengan fasilitas sebanyak lebih dari 2.000 unit rumah.
“Saya ketemu pak wali kota (Andrei Angouw, red) saya tanya kenapa warga tidak mau pindah di Pandu? Ternyata, kualitas rumah jelek, infrastruktur jelek,” ujar Mensos.
Untuk mendukung proses relokasi ini, Kementerian Sosial RI akan membantu Pemkot Manado untuk melakukan perbaikan unit rumah sehingga menjadi layak tinggal dengan total anggaran Rp2 miliar.
Angka tersebut sebelumnya ditata Pemkot Manado pada APBD 2023.
Sehingga dengan adanya bantuan Kementerian Sosial ini, maka uang yang diplot Pemkot Manado pada APBD 2023 akan dialihkan untuk membangun fasilitas lainnya di kompleks rumah relokasi, seperti infrastruktur jalan, lampu penerangan dan fasilitas lainnya yang dibutuhkan.
“Pak wali bilang ada anggaran Rp2 miliar. Pokoknya kalau saya punya data nolnya (data mutlak yang sudah tidak dapat diubah, red) saya akan bantu perbaikan. Sehingga yang Rp2 miliar (yang ditata Pemkot Manado, red) bisa digunakan untuk infrastruktur lainnya. Makanya saya minta data nol, supaya bisa dipertanggungjawabkan,” kata Mensos.
Bantuan Kemensos RI ini siap ditindaklanjuti Pemkot Manado dengan penyiapkan data yang dimintai Mensos Tri Rismaharini.
Wali Kota Manado Andrei Angouw mengatakan, kompleks rumah relokasi di Kelurahan Pandu merupakan salah satu solusi untuk meminimalisir dampak banjir.
Sebanyak 2000-an unit rumah disiapkan bagi masyarakat yang masih tinggal di bantaran sungai.
Sayangnya, hingga akhir 2022, baru 500 unit yang terisi.
