
JAKARTA – Berangkat dari gambaran berbagai kondisi upaya untuk mereformasi administrasi (birokrasi) di Indonesia, adalah merupakan hal yang mendesak untuk menginisiasi gerakan berkelanjutan yang mampu mendorong Reformasi Administrasi sehingga dapat menciptakan pemerintahan yang efektif dan bersih dan mampu mewujudkan kondisi Indonesia yang bersih dan lebih baik.
Program Pascasarjana Ilmu Administrasi, Departemen Ilmu Administrasi FISIP UI dengan dukungan Indonesian Strategic Initiative for Administrative Reform (ISIAR) (Jejaring yang dimotori oleh tokoh-tokoh masyarakat dari kalangan perguruan tinggi, dunia usaha, politisi, masyarakat madani, dan birokrat pemerintah, mahasiswa untuk menggerakkan dan mendorong berbagai upaya Reformasi Administrasi di Indonesia), menyelenggarakan acara Deklarasi Gerakan “Birokrasi Bersih & Melayani (BBM)” pada Kamis, 8 Desember 2011, Pukul 08.00-12.00 WIB, di Balai Sidang UI, Depok.
Deklarasi Gerakan ini merupakan ajang inisiasi gerakan massa dalam mendukung, menggerakkan dan mendorong berbagai upaya Reformasi Administrasi di Indonesia sehingga dapat menciptakan pemerintahan yang efektif dan bersih dan mampu mewujudkan kondisi Indonesia yang bersih dan lebih baik, dengan menampilkan sejumlah tokoh prominen bangsa ini yang mewakili berbagai latar belakang dari beragam pemangku kepentingan, yaitu perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat madani, politisi, dan birokrasi. Para tokoh ini mengemukakan pandangan dan idenya mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi oleh bangsa serta berbagai upaya dan peta jalan yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi pemerintahan dan negara saat ini dan ke depan dalam kerangka reformasi administrasi untuk mewujudkan Indonesia baru yang didukung oleh pemerintahan yang bersih dan efektif.
Ratusan deklarator hadir pada acara ini. 5 Tokoh prominen tampil diantaranya Moh. Mahfud MD Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), mewakili negarawan; Presiden Direktur Mustika Ratu Putri K Wardani mewakili pengusaha; Dewi Aryani, mahasiswi Program Doktor Ilmu Administrasi FISIP UI sekaligus politisi, anggota DPR RI; Joko Widodo Walikota Solo mewakili praktisi birokrasi; serta Teten Masduki Sekretaris Jenderal Transparancy International Indonesia, mewakili penggiat lembaga swadaya masyarakat dan dilengkapi dengan penandatangan Deklarasi bersama mengenai Gerakan “Birokrasi Bersih & Melayani (BBM)”. Para tokoh dan senior gerakan perubahan birokrasi lainnya juga menandatangani deklarasi di antaranya Sofian Effendi, Sarwono Kusumaatmadja, J Kristiadi, Bupati Serdang Bedagai, Bupati Samosir, Bupati Sumbawa Barat, Bupati Mamuju, Walikota Denpasar, dan Walikota Kediri serta tokoh reformis lainnya. Menariknya Sulut yang memperoleh penilaian Wajar tanpa pengcualiaan (WTP) tidak memperoleh undangan dari panitia deklarator, malahan satu-satunya undangan resmi yang mewakili Sulut adalah Staff Dosen Fisip Unsrat yang belakangan ini namanya semakin popular dikalangan masyarakat, DR. Ferry Liando, SIP. MSi
Puluhan profesor, rektor, dekan dari berbagai perguruan tinggi, serta kalangan praktisi, birokrat dari berbagai Kementerian/Lembaga, politisi, dan pengusaha turut hadir dan mendukung deklarasi Gerakan Nasional “Birokrasi Bersih dan Melayani” tersebut.
Dalam pidatonya, Mahfud menyampaikan, “saat ini banyak pengusaha menjadi penyuap. Hal itu lantaran birokrasi yang sudah rusak. “Urus ini itu bayar mahal, ini problem kita, birokrasi korup belum berubah,”katanya. “Yang harus dilakukan saat ini bukan lagi teori, tetapi tindakan nyata. “Kuncinya adalah bertindak,” katanya lagi.
Sementara itu Jokowi (panggilan akrab Joko, ) mengatakan,” untuk memberantas korupsi yang terpenting yakni membenahi sistem pemerintahan serta komitmen dari pemimpinnya, Keinginan pemimpin yang perlu,” katanya. Selanjutnya Jokowi mencontohkan bahwa ia telah menerapkan birokrasi bersih di Surakarta. Yakni dalam hal pelayanan publik seperti KTP, IMB, dan SIUP,” papar Joko.
Acara Deklarasi ditutup dengan peluncuran situs internet www.birokrasibersih.com, serta penobatan Duta UI untuk Reformasi Birokrasi Indonesia, yakni Dewi Aryani. (*/gn)
