Minsel

Ada Apa dengan Rakyat Kilometer Tiga?

Ada Apa dengan Rakyat Kilometer Tiga?Andries Pattyranie, ada apa dengan rakyat Kilometer Tiga?

Catatan: Andries Pattyranie

PEMERINTAHAN Desa Kilometer Tiga, Kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan yang kini dipimpin Hukum Tua Nontje Tambingon, membuat warga bingung. Tak hanya itu, warga dibuat bingung lantaran kekuasaan Teddy Ruasey, yang tak lain adalah mantan Hukum Tua pertama.

Selain itu, warga KM3 tak bisa berbuat banyak. Lantaran selalu dikotomi oleh penguasa desa. Bahkan, orang-orang dekatnya pun ikut-ikutan melakukan berbagai hal kepada masyarakat. Maksudnya, memang saat ini penguasanya adalah Nontje Tambingon, yang sebelumnya Teddy Ruasey, suaminya.

Menariknya, dari amatan penulis sudah dikotomi. Warga KM3 tak bisa berbuat banyak. Sebab, harus sepengetahuan penguasa dalam hal ini Kumtua dan suaminya.

Sementara itu, kepemimpinan seperti diktator, membuat warga harus diam seribu bahasa. Padahal, bukan jamannya lagi. Akibat kesenjangan yang terjadi di desa KM3, banyak warga melakukan blok-blok  dengan melakukan mosi tak percaya terhadap kepemimpinan Tambingon dan suaminya.

Seakan-akan lagi, Desa Kilometer Tiga adalah milik keduanya. Ini jelas-jelas sangat menyalahi aturan. Yang mengakibatkan, warga pun enggan melakukan berbagai tindakan. Atas hal diatas, apakah Desa Kilometer Tiga akan maju.

Ada kejadian memaksakan kehendak, pasalnya Teddy Ruasey menginginkan menjadi ketua BPD. Sayangnya, hukum tua Nonje Tambingon ikut campur dan menunjuk sendiri dua orang disetiap jaga. Padahal, sesuai aturan yang berlaku setiap jaga melaksanakan pemilihan dan mengutus ketingkat desa untuk dipilih. Tetapi, untuk KM3 tidak demikian. Namun, Ruasey dan Tambingon yang adalah penguasa KM3 melakukan sendiri. Dan terbukti, Ruasey memilih sendiri sebagai ketua BPD KM3.

Melihat keberadaan Desa KM3 saat ini, kepercayaan dan ingin membantu memasyarakatkan pembangunan justru mandek ditengah jalan. Bahkan, warga tak lagi mau melakukan kerja bakti karena tak ingin lagi melakukan perintah-perintah mereka. Dengan demikian, cara yang dilakukan pemerintah KM3 harus ada perhatian Pemkab Minsel. Termasuk Bupati Tetty Paruntu, dan jangan melihat karena Ruasey dan Tambingon sebagai orang dekat bupati. Namun, seyogyanya harus diselamatkan desa ini. (***)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara