
Manado – Orang tua harus mengawasi ketat anak-anak untuk menghindari penyalagunaan narkoba dan zat-zat adiktif.
Verry Laurens, Kasubdit Ketahanan Remaja BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, menjelaskan, bahaya penggunaan zat adiktif pada remaja seperti penggunaan lem ehabon, telah mengalami perubahan yakni anak-anak mulai menggunakan bahan lain seperti popok bayi, pembalut wanita, bahkan permen relaxa.
“Jadi, para orang tua harus mewaspadai jika anak-anak mulai sering membeli popok bayi dan pembalut wanita, ternyata di dua bahan tersebut mengandung zat kimia yang dapat di jadikan narkoba,” tutur Verry Laurens pada Sosialisasi Kebijakan Bina Keluarga Balita dan Pembinaan Ketahanan Remaja yang di laksanakan Dinas Dukcapil-KB Provinsi Sulut di ruangan F.J Tumbelaka, Kantor Gubernur, Kamis (6/7/2017).
Lanjut Verry Laurens, tumbuh kembang anak dan pergaulan remaja dapat di lakukan dan di awasi jika orang tua memiliki perhatian dan kecerdasan. Organisasi keagamaan dan karang taruna juga harus berperan pada pengembangan remaja.
“BKKBN membentuk Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja, melaksanakan program Genre (Generasi Berencana), mengharapkan para orang tua bertindak cerdas memberi arahan dan pengetahuan kepada anak-anak terutama anak-anak pada usia remaja,” tukas Verry Laurens. (JerryPalohoon)
