Kota Manado

“Warga Waspada, Ketinggian Air DAS Tondano Terus Dipantau”

Banjir di Kelurahan Paldua (Kampung Tubir) awal Tahun 2013 lalu (foto:Leriando/BMC)

Banjir di Kelurahan Paldua (Kampung Tubir) awal Tahun 2013 lalu (foto:Leriando/BMC)

Manado – Hujan yang disertai angin yang melanda Kota Manado, menimbulkan kekhawatiran dari sejumlah pihak. Berkenaan dengan itu, warga diminta terus waspada.

Selain itu, Kepala Lingkungan (Pala) dihimbau untuk melakukan kontrol dan pengawasan terhadap wilayahnya masing-masing. Khususnya ketinggian air Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano yang menjadi sumber utama terjadinya banjir di Kelurahan Paldua.

“Warga yang bermukim di kawasan perbukitan dan tepi DAS Tonado diharapkan selalu waspada. Mengingat, cuaca pada malam ini kurang baik. Perlu diantisipasi air kiriman yang melalui DAS, karena dibeberapa Kabupaten juga dilanda hujan,” kata Lurah Paldua, Olga Kaeng.

Menurutnya, seperti pengalaman yang terjadi beberapa waktu lalu, disejumlah wilayah di Kelurahan Paldua kerap dilanda banjir dan tanah longsor, hingga memakan korban jiwa. Sehingga, Pala diharapkan kerja ekstra mengawasi lingkungan yang dipimpinnya.

“Butuh kerjasama yang baik antara warga dan pemerintah dalam mengantisipasi warga menjadi korban bila bencana terjadi. Peran Pala sangat dibutuhkan disaat-saat seperti sekarang. Awasi dan pantau ketinggian air DAS. Warga yang bermukim di gunung-gunung harus terus diingatkan. Jika mendesak, Pala sebaiknya meminta warga berpindah ke lokasi yang lebih aman, apabila cuaca makin memburuk,” tandas Kaeng. (Leriando Kambey)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara