Amurang – Awalnya ingin menggali sumur, karena air menipis karena kemarau berkepanjangan, namun tak disangka penggalian sumur bukan keluar air bersih malah diduga mengandung minyak tanah. Hal ini terjadi di Desa Blongko, Kecamatan Sinonsayang, Minsel, Rabu (9/9/2015).
Tepatnya pada keluarga Masuneneng-Manangkoda, Jaga lll. Sar Manangkoda pemilik sumur menyampaikan bahwa maksud menggali sumur karena memang musim panas berkepanjangan dan kebutuhan akan air hampir tidak mencukupi.
“Untuk itu, kami menggali Parigi (Sumur, red) langsung dilengkapi dengan gorong-gorong). Hal diharapkan akan menambah suplai air. Namun saat Yangs Malaihang (tukang gali sumur) sementara menggali sumur kemudian tanpa dia sadar badanya sudah berminyak dan air yang mulai keluar dari dalam tanah terciup bau minyak tanah, tapi sangat menyengat hidung,” ujar Manangkoda.
Tak berapa lama warga berbondong-bondong ingin menyaksikan fenomena alam yang jarang terjadi bahkan baru kali ini di Minsel. Sementara itu, Hukum Tua Desa Blongko, Kecamatan Sinonsayang Meidy Goan Rattu, mengatakan cukup kaget saat masyarakatnya melaporkanya.
“Saya langsung cek ke lokasi, dan setiba disana masyarakat berkumpul. Saya pun melihat dari dekat dan memang air berasal dari sumur tadi berbau minyak tanah, sedikit juga agak bau minyak solar. Kejadian ini, langsung dilaporkan kepada Camat Sinonsayang Marthinus Lahengko,” jelas Rattu.
Camat Sinonsayang Marthinus Lahengko SPd, saat dihubungi media ini langsung menyampaikan bahwa dirinya langsung melaporkan ke instansi terkait Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Minsel.
“Saya sudah laporkan hal ini langsung ke Ibu Bupati (Christiany Eugenia Paruntu, SE) dan Dinas Pertambangan dan Energi. Langsung menurunkan 3 orang staff mengambil sampel,” kata dia, sembari menghimbau. Sambil menunggu hasil, dihimbau kepada masyarakat sekitar untuk tidak melakukan aktivitas apa-apa dulu, sebelum mendapat hasil lab dari instansi terkkait ini. (sanlylendongan)

