
Manado, BeritaManado.com — Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara (Sulut) Steven O. E Kandouw didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sulut, Steven Evans Liow menerima kunjungan dari Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulut, Selasa (3/3/2020) diruang kerja Wakil Gubernur Sulut.
Dalam kunjungan ini Wakil Gubernur Sulut, menyatakan pihaknya berharap FKPT Sulut bisa bersinergi dalam menunjang pembangunan di Sulut yang sedang dilakukan oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE.
“Kami sangat membutuhkan bantuan dari pengurus FKPT dibawah Pimpinan Max Togas SH dalam mencegah radikalisme dan terorisme. Perlu diketahui terorisme itu tidak identik pada satu agama saja, melainkan semua agama ada potensi terorisme contoh seperti di india,” ujar Wagub Steven Kandouw.
Steven Kandouw juga mengatakan, pihaknya mendukung keinginan FKPT Sulut untuk mendatangkan Kepala BNPT RI Komjen Pol Drs Suhardi Alius, MH untuk menjadi pembicara terkait pencegahan radikalisme dan terorisme di acara kerukunan internasional yang akan diadakan di Sulut pada April nanti.
“Kami sangat mendukung keinginan dari FKPT Sulut ini, selama itu positif dan membangun kami selalu akan mendukung. Apalagi ini bicara tentang pencegahan radikalisme dan terorisme,” terang Steven Kandouw.
Lanjut, terkait usulan dari Ketua FKPT Sulut Max Togas SH dan Kabid Pengkajian FKPT Sulut Delmus Salim PhD, untuk dibangunnya monumen kerukunan di areal Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Wagub mempersilahkan untuk menyusun anggaran dan dimasukan ke Pemprov.
“Dibuat saja rencana anggarannya dan dimasukan ke Pemprov Sulut,” tutup Wagub Sulut Steven Kandouw.
Sementara itu, Ketua FKPT Sulut, Max Togas SH saat ditemui BeritaManado.com, mengatakan pertemuan dengan Wagub merupakan langkah aktif dari FKPT Sulut dalam menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah khususnya Pemprov Sulut. Selain itu Max Togas menuturkan kehadiran FKPT merupakan bagian dari BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), dimana FKPT kini hadir disetiap Provinsi.
“Sesuai program yang kita jalankan di setiap provinsi di Indonesia. Kita ini merupakan bagian dari BNPT yang dimana tugasnya ialah mencegah paham radikalisme dan terorisme,” tutup Max Togas.
(DimasKoesnan)
